Garuda Indonesia Pastikan Akan Bayar Amortisasi Pokok Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset

0
65
Garuda Indonesia Pastikan Akan Bayar Amortisasi Pokok Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset

Garuda Indonesia Pastikan Akan Bayar Amortisasi Pokok Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset

“Sebagai bentuk keseriusan atas komitmen tersebut, Garuda Indonesia telah melakukan pembayaran sebagian kewajiban pokok EBA kelas A beserta hasil investasi EBA kelas A periode Juli 2020 yang disesuaikan dengan kondisi likuiditas Perseroan saat ini”.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memastikan untuk tetap memenuhi kewajiban pembayaran Amortisasi Pokok Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK- EBA) di tengah kondisi sulit pandemi Covid-19. Hal ini sehubungan dengan pengumuman yang disampaikan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai penghentian sementara perdagangan efek Efek Beragun Aset (EBA) Mandiri GIAA01. Penghentian ini sebagai tindak lanjut dari penundaan pembayaran EBA periode Juli 2020 di tengah tekanan likuiditas Perseroan sebagai dampak kondisi pandemi Covid-19 ini.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, sebagai bentuk keseriusan atas komitmen tersebut, Garuda Indonesia telah melakukan pembayaran sebagian kewajiban pokok EBA kelas A beserta hasil investasi EBA kelas A periode Juli 2020 yang disesuaikan dengan kondisi likuiditas Perseroan saat ini.

“Pendapatan Perseroan turun hingga 90 persen sebagai imbas dari penurunan demand layanan penerbangan dan kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat maupun penerbangan di masa pandemi, salah satunya dengan adanya penutupan layanan penerbangan umrah sejak Maret 2020 lalu,” jelas Irfan melalui siaran media, Selasa (28/7).

Irfan mengungkapkan, mengacu pada KIK-EBA Mandiri GIAA01 Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Penjualan Tiket mengenai pemenuhan kewajiban pembayaran EBA, maka pembayaran sisa pembayaran EBA periode Juli 2020 dapat diselesaikan selambat-lambatnya dalam jangka waktu 90 hari.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan para pemegang EBA melalui PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) selaku manajer investasi, terkait rencana penyelesaian sisa kewajiban pembayaran KIK EBA periode Juli 2020 tersebut. Di tengah berbagai tekanan kinerja yang dihadapi Perseroan, kami meyakini Garuda Indonesia akan dapat terus bertahan melewati masa yang sangat menantang bagi industri penerbangan saat ini,” tegas Irfan.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) Mandiri GIAA01 Kelas A milik PT Garuda Indonesia (GIAA). Penghentian ini menyikapi penundaan pembayaran amortisasi pokok KIK-EBA Mandiri GIAA01 Kelas A yang seharusnya jatuh tempo pada 27 Juli 2020.

 Senin (27/7) kemarin, Mandiri Manajemen Investasi selaku manajer investasi dari KIK EBA Mandiri GIAA01 (MGIA01) melalui keterangan tertulisnya menyatakan, pihaknya telah menerima penyerahan pendapatan dari Garuda Indonesia senilai pembagian imbal hasil investasi MGIA01 pada 16 Juli lalu. Imbal hasil akan didistribusikan kepada investor pada Senin (27/7).

Namun, sayangnya penyerahan pendapatan untuk pelunasan amortisasi (bertahap) pokok MGIA01 belum diterima di rekening KIK EBA GIAA01. Pengumuman keterlambatan pelunasan amortisasi tersebut pada akhirnya membuat BEI memutuskan melakukan penghentian sementara perdagangan MGIA01 di sistem perdagangan bursa. Penghentian sementara terhitung sejak sesi I perdagangan kemarin hingga waktu yang belum ditentukan. Keputusan penghentian sementara tersebut juga diambil berdasarkan pengumuman KSEI pada Jumat (24/7) lalu, bahwa terjadi penundaan pembayaran amortisasi kedua MGIA01.

Mandiri Investasi mengatakan, pihaknya akan melakukan penagihan kepada Garuda Indonesia yang masih memiliki tenggang waktu hingga 90 hari sejak keterlambatan pembayaran pelunasan. Selain itu, Mandiri Investasi juga akan melakukan pengajuan kepada PT Asuransi Kredit Indonesia, sebagai penyedia penjamin pembayaran pendapatan penjualan tiket, sesuai dengan ketentuan prospektus.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, pandemi Covid-19 membuat pendapatan MGIA01, yang memiliki aset dasar penjualan tiket pesawat Garuda rute Jeddah dan Madinah menjadi turun.

“Waktu ditawarkan pada 2018, prospek MGIA01 memang menjanjikan karena penerbangan ke Jeddah dan Madinah selalu ramai setiap tahunnya, tetapi pandemi tidak disangka-sangka menekan kinerja GIAA. Bila keadaan memburuk, bukan tidak mungkin KIK-EBA MGIA01 ini dibubarkan,” tutur Wawan kepada wartawan, Senin (27/7).

Dilain pihak, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) juga menurunkan peringkat surat utang ini dari idA- menjadi idCCC. Penurunan peringkat mencerminkan kemungkinan tinggi akan terjadinya gagal bayar. Wawan mengatakan, investor kini hanya bisa menunggu penyelesaian dan perjanjian damai yang akan ditempuh oleh GIAA.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*