Ingkan Simanjuntak, Head Legal Wanita Indonesia Pertama di Global Social Media Giant

0
1839
Ingkan Simanjuntak, Wanita Indonesia Pertama Selaku Head Legal Facebook Indonesia Hingga Brunei dan Timor Leste

Ingkan Simanjuntak, Wanita Indonesia Pertama Selaku Head Legal Facebook Indonesia Hingga Brunei dan Timor Leste

“Masih sedikit sekali orang Indonesia, apalagi perempuan, yang aku temui yang memang spesialis dibidang (hukum digital dan teknologi) ini. This is a man’s world kan, engineering dan teknologi. Jadi supaya diversity-nya lebih ada, semoga banyak wanita yang berkecimpung disini,”

Ilmu hukum pada awalnya bukan pilihan pertama Ingkan, sebelum terjun dalam dunia hukum perempuan ini memiliki visi untuk menekuni karir sebagai psikolog. Pandangannya berubah ketika ia diterima sebagai mahasiswi baru di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kepada Kliklegal Ingkan mengaku bahwa ternyata setelah menekuni ilmu hukum, bidang ini sangat menarik untuk didalami. Mitos tentang ilmu hukum yang melulu soal hapalan tidak dibenarkan oleh Ingkan.

“Kita di-challenge untuk berpikir dan menganalisa, rata-rata kita ujian open book. Tapi kalau memang tidak belajar pasti nggak bisa, dosen juga tidak appreciate copy-paste dari buku. Yang menarik disini apa yang kita analisa ngga by the book banget. Kita diminta untuk berpikir kreatif namun masih dalam koridor hukum yang benar,” ujar Ingkan.

Ingkan memulai karirnya dalam dunia hukum sebagai researcher, bergabung dibawah Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Ingkan membantu para pelaku usaha mendirikan perusahaan dari segala aspek hukumnya. Tidak seperti orang-orang pada umumnya yang langsung ingin bergabung dengan law firm,  alumnus Universitas Indonesia ini memilih untuk mencoba karir sebagai in-house counsel di Bank Permata. Pasalnya setelah berdiskusi dengan orang tua dan para praktisi, Ingkan paham kesempatan untuk mendapatkan banyak pelajaran tentang bisnis dan korporasi secara holistik akan lebih besar apabila ia memilih menekuni profesi in-house counsel. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa Ingkan tetap memilih untuk berkarir sebagai in-house counsel sampai saat ini.

Disini kita bukan belajar mengenai aspek legal-nya doang, tapi kita belajar tentang produknya, akuntingnya. Bukan hanya resiko hukum yang kita pertimbangkan, tapi juga resiko komersial dan reputasi,”

Selama kurang lebih hampir dua puluh tahun menekuni profesinya sebagai in house counsel di berbagai industri, termasuk perbankan dan telekomunikasi, Ingkan sudah terlibat dalam banyak deal yang berhubungan dengan aspek hukum perusahaan, mulai dari pembuatan atau perubahan Anggaran Dasar, penggantian Direksi maupun Dewan Komisaris, penanaman modal dan penanganan segala kontrak dengan pihak ketiga.

Wanita Indonesia Pertama Selaku Head Legal Facebook Indonesia Hingga Negara Brunei dan Timor Leste

Facebook sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak belasan tahun yang lalu. Pada saat itu penanganan segala aspek hukum untuk Facebook di Indonesia masih ditangani secara regional bersama dengan beberapa negara lainnya. Namun mengingat pasar di Indonesia semakin besar, rasanya diperlukan untuk menunjuk satu orang lokal yang memang mengerti seluk-beluk aspek hukum yang berlaku di Indonesia. Akhirnya per Januari tahun 2019 kemarin, Ingkan memulai perannya selaku Head Legal yang pertama untuk Facebook di Indonesia.

Setelah menjalankan jabatannya sebagai Head Legal Facebook untuk wilayah Indonesia selama hampir satu setengah tahun, per bulan Maret tahun 2020 ini Ingkan dipercayakan untuk turut memegang segala scope hukum yang bersinggungan dengan Facebook di Brunei dan di Timor Leste. Menurut Ingkan antar negara satu dengan yang lain memiliki sistem hukum yang berbeda.

“Dilihat dari culture, legal environment dan regulatory environment juga berbeda. Untuk mengerti perbedaan itu biasanya aku menghubungi law firm lokal dan meminta mereka untuk membuat summary kebijakan hukum yang berlaku di negara tersebut,” jelas Ingkan. Law firm yang dimaksud disini merupakan law firm yang memang bergerak di industri teknologi dan digital.

Meskipun Ingkan tetap memilih untuk berdomisili di Indonesia, komunikasi untuk menyelesaikan setiap isu hukum di negara lain tidak menjadi permasalahan baginya mengingat saat ini teknologi sudah sangat canggih. Sudah bukan rahasia lagi bahwa pengaruh dari perkembangan industri teknologi dan digital memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat saat ini. Nyatanya selalu ada penemuan-penemuan baru yang pastinya akan bersinggungan dengan aspek hukum.

Menurut Ingkan hal yang menjadi tantangan yang menarik disini adalah bagaimana seorang in-house counsel dibidang ini harus menyesuaikan dan tetap comply kepada regulasi yang belum tentu memberikan jawaban untuk setiap keadaan atau perkembangan teknologi yang sangat dinamis, tanpa menghalangi inovasi perusahaan yang bersangkutan. Selain itu perkembangan peraturan mengenai industri ini di Indonesia sendiri dapat berbeda dengan peraturan-peraturan di negara-negara lain sehingga secara tidak langsung profesinya menuntut untuk selalu belajar dan mengamati perkembangan hukum secara global, terutama yang berlaku di negara-negara maju.

“Masih sedikit sekali orang Indonesia yang aku temui yang memang spesialis dibidang ini. Aku sih sangat berharap semakin banyak lawyer muda yang tertarik dalam industri ini, karena this is a very dynamic industry dan banyak sekali aspek hukum yang sangat menarik dan bisa dipelajari disini. Harapan ku semakin banyak talent hukum untuk mendalami dunia teknologi dan banyak pula perempuannya supaya diverse. Karena this is a man’s world kan, engineering dan teknologi. Jadi supaya diversity-nya lebih ada, semoga banyak wanita yang berkecimpung disini,” ujar Ingkan kepada Kliklegal.

Passion Ingkan Diluar Dunia Hukum

Meskipun sibuk menjalankan perannya sebagai in house counsel,  hal ini tidak menghentikan Ingkan untuk terus berbagi pengetahuan kepada masyarakat sekitar. Melalui program volunteer Peduli Anak Serpong yang dinaungi oleh GKY BSD, Ingkan mendedikasikan sebagian waktunya, biasanya di hari weekend, untuk memberikan edukasi pelajaran Bahasa Inggris kepada anak-anak yang kurang beruntung secara ekonomi.

“Program (Peduli Anak Serpong) ini adalah program mengajar dimana para sukarelawan setiap hari Sabtu mengajar Matematika, Bahasa Inggris, dan praktek komputer ke beberapa sekolah binaan di sekitar Serpong. Kami bekerja sama dengan beberapa institusi pendidikan di daerah Tangerang Selatan untuk membantu sukarelawan dalam mengajar. Selain itu kami juga mengkoordinasi pengadaan komputer second-hand ke sekolah-sekolah binaan kami, jadi kalau ada teman-teman kami yang sudah tidak menggunakan komputernya, biasanya kita bantu salurkan ke sekolah-sekolah ini, supaya anak-anak ini bisa belajar,”  jelas Ingkan lebih lanjut.

Ingkan mengaku bahwa sebenarnya ia sangat senang berinteraksi dengan anak-anak, dan mengajar adalah salah satu passion yang ia miliki. Ingkan sendiri sudah mengikuti program Peduli Anak Serpong sejak tahun 2006, dan bahkan puterinya yang sekarang memasuki masa remaja, juga sudah ikut menjadi salah satu sukarelawan. Faktor lainnya yang mendorong Ingkan untuk mengikuti program volunteer ini adalah keinginan untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak di sekitar Serpong mengingat masih adanya kesenjangan sosial dan pendidikan di daerah Serpong yang terlihat cukup jelas, sehingga rasa prihatin dan dorongan untuk membantu sesama semakin membulatkan semangat Ingkan.

 BEL

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*