Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meresmikan peluncuran layanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) pada Senin (9/7). Sistem OSS ini dapat diakses secara daring dan terintegrasi di semua kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Saat ini, pelaksanaan OSS masih dibawahi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Nantinya, setelah semua persiapan matang, pelaksanaan OSS akan dilakukan sepenuhnya oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Sebagai informasi, pelaksanaan sistem OSS ini diatur dalam PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi secara elektronik sebagai pelaksanaan dari Peraturan Presiden (PP) Nomor 91 Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha. Dalam hal ini, Tim Klik Legal melakukan perbandingan perizinan antara yang dilimpahkan ke PTSP, OSS, dan tetap di BKPM. Berikut matriks perbandingannya, yaitu:
| Kementerian/Lembaga | Perizinan yang Dilimpahkan ke PTSP | Perizinan yang Wajib Melalui OSS | Perizinan yang Tetap di BKPM |
| Energi dan Sumber Daya Mineral | Subsector Ketenagalistrikan : | 1. Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) | Subsektor Ketenagalistrikan : |
| Permen ESDM No. 35/2015 jo. Permen ESDM No. 14/207 | 2. Izin Operasi | Permen ESDM No. 35/2014 jo. Permen ESDM No. 14/2017 | |
| 1. Izin usaha penyediaan tenaga kerja listrik | 3. Penetapan Wilayah Usaha | 1. Izin panas bumi | |
| 2. Izin operasi | 4. Izin Jual Beli Tenaga Listrik Lintas Negara | 2. Persetujuan usaha penunjang panas bumi | |
| 3. Penetapan wilayah usaha | 5. Izin Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrik | ||
| 4. Izin usaha jasa penunjang tenaga listrik | 6. Izin Pemanfaatan Jaringan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Telekomunikasi, Multimedia, dan Informatika | Subsektor Migas : | |
| 5. Izin jual beli tenaga listrik lintas negara | Permen ESDM No. 40/2017 | ||
| 6. Izin pemanfaatan jaringan tenaga listrik untuk kepentingan telekomunikasi, multimedia, dan informatika | 1. Izin Pemanfaatan Daya Minyak dan Gas Bumi | ||
| 7. Penugasan survey pendahuluan panas bumi | 2. Izin survei | ||
| 8. Izin panas bumi | 3. Izin Usaha Penyimpanan Minyak | ||
| 9. Persetujuan usaha penunjang panas bumi | 4. Izin Usaha Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi (Izin Sementara/Tetap) | ||
| 10. Izin penggunaan gudang bahan peledak panas bumi | 5. Izin Usaha Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (Izin Sementara/Izin Tetap) | ||
| 6. Izin Usaha Niaga Umum Minyak dan Gas Bumi (Izin Sementara/Izin Tetap) | |||
| Subsektor Migas : | Surat Dirjen Migas No. 9685/10/DJM.B/2017 | ||
| Permen ESDM No. 40/2017 | 1. Izin Kantor Perwakilan Asing subsektor Migas | ||
| 1. Izin Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi | |||
| 2. Izin survei | Subsektor Minerba : | ||
| 3. Izin Usaha Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi (Izin Sementara/Tetap) | Permen ESDM No. 25/2015 | ||
| 4. Izin Usaha Pengelolaan Minyak dan Gas Bumi (Izin Semntara/Izin Tetap) | 1. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi | ||
| 5. Izin Usaha Pengangkutan Minyak dan Gas Bumi (Izin Sementara/Izin Tetap) | 2. Pengakhiran Izin Usaha Pertambangan karena pengembalian | ||
| 6. Izin Usaha Niaga Umum Minyak dan Gas Bumi (Izin Sementara/Izin Tetap) | 3. Izin usaha Pertambangan Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan dan perpanjangannya | ||
| 4. Izin Usaha pertambangan Operasi Produksi dan perpanjangannya | |||
| Susektor Minerba : | 5. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian dan perpanjangannya | ||
| Permen ESDM No. 25/2015 | |||
| 1. Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi | |||
| 2. Pengakhiran Izin Usha Pertambangan karena pengembalian | |||
| 3. Izin usaha Pertambangan Operasi Produksi khusus untuk pengangkutan dan penjualan dan perpanjangannya | |||
| 4. Izin Usaha pertambangan Operasi Produksi dan perpanjangannya | |||
| 5. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi khusus untuk pengolahan dan/atau pemurnian dan perpanjangannya | |||
| 6. Izin sementara untuk melakukan pengangkutan dan penjualan | |||
| 7. Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi untuk penjualan | |||
| 8. Izin Usaha Jasa Pertambangan dan perpanjangannya | |||
| Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 22/PRT/M/2014 : | 1. Izin Usaha Jasa Konstruksi | 1. Izin Usaha Pembangunan dan Pengusahaan Properti |
| Semula: 7 | 1. Izin Penanaman Modal Pada Bidang Usaha Pengusahaan Jalan Tol (Pendaftaran Investasi) | 2. Izin Mendirikan Bangunan | 2. Izin Usaha Bidang Perumahan |
| Menjadi : 2 | 2. Izin penanaman modal pada bidang usaha pengusahaan air minum (pendaftaran investasi) | 3. Surat Izin Pengambilan Air Tanah | |
| 3. Izin usaha pembangunan dan pengusahaan property | 4. Surat Izin Peil Banjir | ||
| 4. Izin usaha pelaksana konstruksi asing (termasuk kegiatan penyewaan peralatan untuk pekerjaan konstruksi) | 5. Izin Rencana Fungsi dan Pemanfaatan Rusun | ||
| 5. Izin usaha jasa konsultasi asing | 6. Izin Pengubahan Rencana Fungsi dan Pemanfaatan Rusun | ||
| 6. Izin usaha bidang perumahan | 7. Sertikat Layak Fungsi | ||
| 7. Izin perwakilan badan usaha jasa konstruksi asing | 8. Pengesahan Pertelaan | ||
| 9. Sertifikat HMRS a/n Developer | |||
| 10. Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun (HMSRS) a/n pembeli | |||
| Keuangan | Peraturan Menteri Keuangan Nomor 176 Tahun 2009 sektor industri dan industri yang menghasilkan jasa | Tidak diatur di dalam lampiran PP | 1. Pemberian fasilitas importasi mesin, barang modal dan bahan bagi penanaman modal sektor industri dan inustri yang menghasilkan jasa |
| 1. Pemberian fasilitas importasi mesin, barang modal dan bahan bagi penanaman modal sektor industry dan industri yang menghasilkan jasa | 2. Pemberian fasilitas importasi mesin, barang modal sektor ketenagalistrikan | ||
| Semula : 5 | Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66 Tahun 2015 | 3. Pemberian fasilitas importasi mesin, barang modal untuk kontrak-karya dan PKP2B | |
| Menjadi : 5 | 2. Pemberian fasilitas importasi mesin, barang modal sektor ketenagalistrikan | 4. Pengusulan fasilitas Tax Holiday | |
| Peraturan Menteri Keuangan Nomor 259 Tahun 2016 | 5. Pengusulan fasilitas Tax Allowance | ||
| 3. Pemberian fasilitas importasi mesin, barang modal untuk kontrak karya dan PKP2B | |||
| Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35 Tahun 2018 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan | |||
| 4. Pengusulan fasilitas Tax Holiday | |||
| Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2015 tentang Fasilitas Pajak Pengasilan untuk Penanaman Modal di Bidang-bidang Usaha Tertentu Dan/Atau Di Daerah-Daerah Tertentu | |||
| 5. Pengusulan fasilitas Tax Allowance | |||
| BKPM | Pendaftaran Investasi (PI) | Dihapuskan (diganti dengan Nomor Induk Berusaha-NIB) | 1. Kantor perwakilan perusahaan asing (KPPAA), selain sektor migas, perdagangan dan konstruksi |
| 2. Izin pembukaan kantor cabang, selain sektor perdagangan dan perhubungan (jasa pengurusan transportasi) | |||
| Semula : 5 | 1. Kantor Perwakilan Perusahaan Asing (KPPA), selain sektor migas, perdagangan dan komunikasi | Tidak diatur di dalam lampiran PP | 3. Rekomendasi vitas terbatas sebagai pemegang saham |
| Menjadi : 5 | 2. Izin pembukaan kantor cabang, selain sektor perdagangan dan perbuhungan (jasa pengurusan transportasi) | 4. Rekomendasi alih situs izin tinggal kunjungan menjadi izin tinggal sementara (ITAS) | |
| 3. Rekomendasi vitas terbatas sebagai pemegang saham | 5. Rekomendasi izin tinggal sementara (ITAS) menjadi izin tinggal Tetap (ITAP) Mencakup : baru | ||
| 4. Rekomendasi alih status izin tinggal kunjungan menjadi izin tinggal sementara (ITAS) | |||
| 5. Rekomendasi izin tinggal sementara (ITAS) menjadi izin tinggal tetap (ITAP) Mencangkup : baru |
PHB













































