Kemenperin Fokus Berikan KUR Kepada IKM Berorientasi Ekspor

0
13

Industri kecil dan menengah menjadi sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia yang berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengaku akan memfokuskan pemberian program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Langkah strategis ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas dan daya saing IKM dalam negeri.

“KUR ini memang dibutuhkan dan telah dirasakan manfaatnya. Untuk itu, kami akan memfokuskan atau prioritaskan ke depannya kepada kegiatan-kegiatan IKM yang bisa mendorong substitusi impor dan berorientasi ekspor,” jelas Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita seusai menghadiri Rapat Koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian tentang agenda usulan KUR tahun 2020 di Jakarta, Selasa (12/11).

Nantinya, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait akan lebih aktif memberikan akses yang memudahkan pembiayaan bagi pelaku IKM nasional. Selama ini, Kemenperin juga telah mendorong penyaluran KUR kepada sektor yang produktif, termasuk IKM.

“Kami juga mengharapkan agar pelaku IKM kita dapat berperan masuk dalam rantai pasok manufaktur, mulai tingkat nasional hingga global. Hal ini tentunya bisa memacu kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional dan memperbaiki neraca perdagangan kita saat ini,” lanjut Agus.

Berdasarkan data Kemenperin, sektor mayoritas dari populasi industri di Indonesia yang selama ini berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional adalah industri kecil dan menangah. Hingga kini, jumlah IKM di Indonesia telah melampaui 4,4 juta unit dan menyerap tenaga kerja lebih dari 10,1 juta orang.

Berbagai upaya yang telah dijalani pemerintah terkait peningkatan akses pembiayaan terhadap IKM diantaranya melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Pemodalan Nasional Madani (PNM).

Terkait perkembangan ­e-commerce di Indonesia, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih mengaku telah meluncurkan program e-smart IKM untuk membantu para pelaku UKM menangkap peluang sekaligus menghadapi tantangan terhadap persaingan dengan e-commerce. Program ini melibatkan marketplace digital di Indonesia sebagai salah satu infrastruktur pendukung.

“Kami telah melaksanakan workshop e-Smart IKM yang diikuti sebanyak 10.038 peserta, dan hingga saat ini total transaksi penjualan yang dihasilkan mencapai Rp3,27 Miliar,” ungkapnya.

ZNA

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*