Lotte Chemical Titan Likuidasi Anak Perusahaan yang Tidak Aktif

0
86
Lotte Chemical Titan Likuidasi Anak Perusahaan yang Tidak Aktif

Lotte Chemical Titan Likuidasi Anak Perusahaan yang Tidak Aktif

Upaya ini dilakukan FPNI untuk perampingan jumlah anak usaha. 

Direktur Utama PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI), Kang Jongwon mengatakan, pihaknya tengah melakukan likuidasi anak perusahaan yang berstatus tidak aktif (dormant) dalam grup perusahaan. Menurutnya, upaya ini dilakukan FPNI untuk perampingan jumlah anak usaha. 

“Mengacu pada rencana likuidasi beberapa anak perusahaan berstatus dormant dari PT Lotte Chemical Titan dan dimulainya proses likuidasi PT Titan Trading, salah satu anak perusahaan. Dengan ini perseroan memberitahukan bahwa anak perusahaan tidak langsung, South Wealth Finance Limited (SWFL) pada 30 Juni 2020 dalam proses penutupan perusahaan (likuidasi),” katanya dalam keterangan resminya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/7) lalu.

Jongwon menerangkan, South Wealth Finance Limited adalah anak perusahaan dari Chemical Brothers Limited yang merupakan bagian anak perusahaan tidak langsung dari perseroan. Ia menuturkan, SWFL didirikan pada 3 Juli 2001 di British Virgin Island sebagai perusahaan induk investasi. 

“Likuidasi SWFL tersebut tidak mengakibatkan dampak terhadap kegiatan operasional atau dampak material terhadap kondisi keuangan, pendapatan, net asset atau kelangsungan usaha untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2020,” tutup Kang Jongwon.

Sebagai referensi, Manajemen PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) menargetkan penambahan 40 pelanggan baru pada tahun ini. Target itu antara lain pada produsen kemasan fleksibel dan jeriken. Commercial Director PT Lotte Chemical Titan Nusantara (LCTN), mewakili manajemen Lotte Chemical, D. F. Robin W. Handoko mengatakan, pihaknya akan menyisir industri yang belum mereka rambah. Katanya, sejak pandemi Covid-19, permintaan kemasan fleksibel meningkat seiring dengan banyaknya aktivitas pembelian barang secara daring.

“Pada saat yang sama, kebutuhan belanja bahan pokok seperti minyak goreng juga mengerek kebutuhan jeriken. Lotte Chemical cukup yakin target penambahan pelanggan cukup realistis. Pada dasarnya market indonesia itu masih banyak yang belum kami sentuh,” katanya kepada wartawan, Minggu (28/6) lalu.

Robin menuturkan, LCTN sendiri ialah salah satu anak usaha Lotte Chemical yang cakupan bisnisnya seputar produksi dan distribusi polietilena (PE), sehingga biasa dimanfaatkan dalam industri plastik dan kemasan. 

“Sampai tutup tahun 2020 nanti, Lotte Chemical berharap bisa mengerek volume penjualan sebesar 5 persen-10 persen year on year (yoy),” lanjutnya.

Ia menjelaskan, berangkat dari realisasi volume penjualan sebanyak 307.000 metrik ton (mt) PE sepanjang tahun tahun lalu, maka target minimal  yang bisa dicapai ialah 322,35 mt. Namun katanya,  Lotte Chemical belum dapat menaksir kinerja keuangan 2020 dikarenakan penjualan dan laba bersih bergantung pada selisih harga jual produk dan harga bahan baku atau margin spread. 

Robin mengungkapkan, berkaca pada tahun lalu, volume penjualan FPNI turun 12 persen yoy, sementara margin spread susut sekitar US$ 40 per mt menjadi US$ 182 per mt. 

“Makanya, penjualan dan laba bersih tahun lalu kompak menurun. Sebenarnya, selama semester I-2019 Lotte Chemical sempat menikmati margin spread yang lumayan akibat penurunan harga minyak dunia. Belakangan kondisi berubah sejak produk PE Amerika Serikat membanjiri pasar regional Asia Tenggara karena perang dagang” tandasnya. 

Sebagai penutup  Robin mengatakan, tahun ini Lotte Chemical menyediakan dana belanja modal sebesar US$ 3 Juta, yang mana alokasinya untuk meremajakan mesin dan membeli mesin pompa bahan baku.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*