Tiga Emiten Ini Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

0
176
Tiga Emiten Ini Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Tiga Emiten Ini Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Salah satunya ialah PT Pradiksi Gunatama Tbk yang akan melepas 900 juta saham dengan harga Rp115 per saham dengan harga penawaran perdana  senilai Rp115 Miliar.

Gelaran Initial Public Offering (IPO) atau penawaran saham perdana pada semester dua mulai berjalan. Kemarin, PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) telah melakukan pencatatan saham perdana di bursa.

Dilansir dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (2/7), selanjutnya akan ada tiga perusahaan lagi yang akan melantai pekan depan di bursa. Adapun sebagai berikut:

Pertama, PT Pakuan Tbk.

Perseroaan ini  bergerak di bidang pengembang sektor residensial dan komersial. Pakuan telah melakukan penawaran umum pada Senin (29/6) lalu dan pencatatan perdana akan dilakukan pada Senin (6/7) nanti.

Pakuan berniat melepas 275 juta saham dengan harga Rp 125 per saham. Dengan demikian, total nilai penawaran umum perdana saham tersebut senilai Rp34,375 Miliar. 

Perseroan mengungkapkan, dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham akan dipergunakan untuk menambah modal kerja proyek Sawangan Lake View. Rincian penggunaan dana yakni launching event dan promosi awal 4,70 persen, biaya pembangunan area komersial 25,39 persen, dan biaya pembangunan fasilitas penunjang 69,91 persen.

Kedua, PT Boston Furniture Tbk.

Boston Furniture telah melakukan penawaran umum pada Selasa (30/6) lalu dan pencatatan perdana akan dilakukan pada Selasa (6/7) nanti. Boston Furniture berniat melepas 400 juta saham baru dengan harga penawaran Rp 100 per saham. Harga penawaran ini berada di tengah kisaran awal antara Rp 80 per saham hingga Rp 120 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, Boston Furniture akan meraup dana IPO Rp40 Miliar.

Bersamaan dengan penerbitan saham, Boston Furniture juga menawarkan 400 juta waran seri I yang menyertai penawaran saham (hak untuk membeli saham atau obligasi dengan harga yang telah ditentukan sebelumnya). Setiap pemegang satu saham baru Boston Furniture berhak memperoleh satu waran yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham Boston Furniture. Waran ini mewakili sebanyak 32 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran disampaikan kepada OJK. Harga pelaksanaan waran ini pun sebesar Rp 100 per saham.

Ketiga, PT Pradiksi Gunatama Tbk.

Pradiksi Gunatama melakukan penawaran umum pada Selasa (30/6) lalu dan pencatatan perdana akan dilakukan pada Selasa (6/7) nanti. Perusahaan kelapa sawit ini akan melepas 900 juta saham dengan harga Rp 115 per saham. Harga penawaran perdana  senilai Rp115 Miliar.

Rencananya, dana yang dihimpun dari IPO akan digunakan sebesar 40 persen untuk belanja modal pembangunan infrastruktur. Sisanya, 60 persen akan digunakan untuk modal kerja yakni pembelian pupuk, TBS, dan operasional lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji mengatakan, secara umum prospek bisnis ketiga calon emiten tersebut masih dibayangi sentimen negatif seperti pada emiten Boston Furniture. Menurut Nafan, bila dilihat dari kondisi bisnis saat ini, industri furnitur masih belum banyak mengalami kenaikan permintaan. 

“Tapi ke depan, prospek bisnis ini bakal cerah seiring membaiknya sektor properti,” katanya kepada wartawan, Kamis (2/7) lalu.

Ia menuturkan, sektor properti mendapat katalis positif berupa tren suku bunga rendah. Katanya, selain itu ada program tabungan perumahan rakyat. “Semester dua ini ekonomi juga akan mulai pulih,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, Analis Senior Anugerah Sekuritas, Bertoni Rio menilai, saham-saham anyar dengan nilai emisi kecil saat ini kurang menarik dikoleksi. Menurutnya, ada risiko saham bergerak volatil cenderung tertekan saat pasar saham masih dalam tekanan.

“Karena itu, saham emiten anyar dengan nilai emisi kecil lebih aman dilirik bila indeks saham sudah kembali menguat, terutama bila indeks saham sudah kembali mencapai level 5.500,” tukasnya.

Sebagai referensi, Setelah PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia, Rabu (1/7) lalu, perseroan menjadi emiten ke-29 yang tercatat di BEI tahun ini. 

Perusahaan yang bergerak di industri kemasan fast moving consumer goods (FMCG) ini, melepas 250 juta saham baru atau mewakili 7,57 persen saham yang ditempatkan dan disetor dengan harga penawaran umum perdana saham Rp110 per saham.

Saat debut perdana melantai di bursa, saham Megalestari Epack terpantau menguat 34,55 persen ke posisi Rp 148 per saham. Emiten dengan kode saham EPAC ini ditransaksikan sebanyak 5 kali dengan volume 4,3 ribu unit saham. Saat ini nilai kapitalisasi pasar EPAC di BEI mencapai Rp 488,90 miliar.

 

Direktur Utama EPAC, Bahar menerangkan, bahwa pencatatan saham perseroan di BEI bertujuan untuk mendukung pengembangan, pertumbuhan dan kinerja perseroan di masa yang akan datang. Menurutnya, saat ini Epack Group adalah packaging solution provider pertama di Indonesia yang mempunyai kemampuan produksi multi-platform, di roto maupun digital. Sampai saat ini, maupun di masa mendatang, belum ada produk substitusi yang bisa memberikan nilai tambah seperti kemasan fleksibel.

“Permintaan produk kami, juga terus meningkat seiring dengan tumbuhnya merek-merek baru dari segmen bisnis UKM,” katanya, dalam seremoni pencatatan saham secara virtual, Rabu (1/7) lalu.

Ia menuturkan, dari aksi korporasi ini, perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 27,5 Miliar. Katanya, dana yang diperoleh tersebut setelah dikurangi biaya emisi, sebesar 76,06 persen akan digunakan untuk pembelian mesin dan peralatan produksi dan 23,94 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.

Sebagai informasi, EPAC didirikan pada 2013, sebelumnya bernama PT Era Prima Adi Cipta Kreasindo. Perseroan mendirikan fasilitas produksi pertama di Kawasan Pergudangan 19, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Pabrik pertama ini berbasis produksi kemasan fleksibel dengan platform rotogravure. Pada tahun 2019, perseroan bekerjasama dengan ePac Flexibles Holdings LLC. (EFH), perusahaan asal Amerika Serikat yang bergerak di bidang kemasan fleksibel berbasis digital untuk mendirikan pengembangan lini usaha baru dengan teknologi digital ini untuk pasar Asia Pacific.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*