Menteri BUMN Siapkan 3 Rencana Strategis Guna Perkuat Pondasi Industri Kesehatan Indonesia di Tengah Pandemi
Dengan tiga rencana strategis tersebut, Menteri BUMN optimistis Indonesia bisa bangkit dari wabah pandemi dan menjadi kekuatan baru dalam industri kesehatan di Asia maupun dunia.
Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, pandemi Covid-19 memang telah mengguncang berbagai aktivitas masyarakat di seluruh dunia. Walau begitu, kata Erick, pemerintah juga memandang bahwa usaha melawan Covid-19 menjadi momentum untuk bangkit dalam menata sejumlah sektor. Menurutnya, salah satu yang menjadi fokus saat ini yaitu menata kapasitas dan kualitas alat kesehatan dalam negeri.
“Agenda Kementerian BUMN akan bergeser untuk memprioritaskan pengamanan kesehatan nasional dengan mendorong penelitian dan produksi bersama di Indonesia. Ini agar industri dan alat kesehatan tak lagi bergantung pada negara lain. Adanya pandemi Covid-19 membuat beberapa kegiatan kita menjadi terganggu, namun tanpa disadari hal ini juga menjadi kesempatan bagi kita sebagai bangsa untuk membangun infrastruktur perawatan kesehatan yang lebih baik dan lebih kuat,” katanya dalam keterangan resminya, Rabu (6/5) lalu.
Erick mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan visi besar yang terdiri dari rencana jangka pendek, menengah, dan panjang guna memperkuat pondasi industri kesehatan di Indonesia di tengah pandemi.
Pertama, Rencana Jangka Pendek
“Kementerian BUMN telah menyiapkan rencana terdekat dengan membentuk sebuah perusahaan holding farmasi. Serta mengkonsolidasikan 70 rumah sakit milik negara dan membentuk klaster kesehatan untuk membangun rantai pasokan yang koheren antara perusahaan negara di sektor kesehatan,” ucapnya.
Kedua, Rencana Jangka Menengah
Erick menuturkan, Kementerian BUMN akan terus memfokuskan upaya untuk meningkatkan kapasitas Litbang bangsa untuk vaksin dan produksi obat-obatan.
Ketiga, Rencana Jangka Panjang
“Sedang untuk jangka panjang, kami bertujuan agar perusahaan farmasi kami menjadi perusahaan global yang secara efektif mempromosikan kesejahteraan semua orang dan memberikan dampak berkelanjutan dalam perawatan kesehatan Indonesia,” ujarnya.
Dengan langkah di atas, Erick optimistis Indonesia tak hanya akan mampu mengatasi pandemi, namun bisa bangkit menjadi kekuatan baru dalam industri kesehatan di Asia maupun dunia.
Sebelumnya, Erick menjelaskan bahwa dari sisi kesehatan, BUMN telah terlibat aktif dalam program 3 T (Trace, Test dan Treat).
“Usaha melacak, melakukan pengetesan, dan pengobatan telah dilakukan Kementerian BUMN dengan melibatkan seluruh instrumen kesehatan yang dimiliki oleh perusahaan milik negara,” tukasnya.
Ia mengatakan, dalam usaha melacak pandemi Covid-19, pihaknya telah berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk mengembangkan aplikasi seluler yang memungkinkan pengguna menyusun data terkait penyebaran Covid-19.
“Aplikasi PeduliLindungi telah mendukung upaya pemerintah untuk melacak kasus. Saat ini dikonfirmasi telah digunakan oleh 3,46 juta pengguna per 6 Mei 2020,” jelasnya.
Selain melacak, kata Erick, Kementerian BUMN juga terus mendorong tes Covid-19 untuk mengetahui secara pasti penyebaran pandemi.
“Kementerian BUMN telah mendatangkan 19 mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk memproses ribuan hasil tes Covid-19 per jamnya. Alat ini telah digunakan di rumah sakit BUMN maupun RSUD,” ujarnya.
Erick menyebutkan, tak hanya itu, pihaknya lewat BioFarma juga berencana untuk memproduksi 50 ribu alat diagnostik PCR pada minggu kedua bulan Mei.
“Selanjutnya mereka akan berencana meningkatkan kapasitas produksi sebanyak 50 ribu alat uji per minggu,” lanjutnya.
Berikutnya yang tak kalah penting, kata Erick, adalah usaha BUMN untuk terjun langsung dalam merawat pasien Covid-19.
“Kementerian BUMN telah mengalokasikan 75 rumah sakit untuk merawat pasien Covid-19. Kami juga bekerja keras untuk menghasilkan peralatan medis yang sangat dibutuhkan untuk perawatan pasien dan perlindungan petugas kesehatan. Salah satu contohnya, BUMN PT LEN dan PT DI yang di bawah supervisi Kementerian Pertahanan dan KBUMN bekerja bersama Universitas-Universitas Negeri untuk memproduksi ventilator,” bebernya.
Sebagai penutup, Erick mengungkapkan, Kementerian BUMN juga ikut terlibat dalam pengembangan vaksin anti Covid-19.
“Selain rumah sakit dan peralatan medis, kami juga sedang berupaya untuk pengembangan vaksin. Perusahaan farmasi kami beserta dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), sektor swasta, lembaga pemerintah lainnya dan lembaga internasional sedang dalam proses mengembangkan vaksin. Kami berupaya sekuat tenaga untuk melawan Covid-19 ini,” terangnya.
SF








































