OJK Restui Rights Issue Bank Bukopin

0
51
OJK Restui Rights Issue Bank Bukopin

OJK Restui Rights Issue Bank Bukopin

OJK memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas Kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk melalui press release Nomor 48/DHMS/OJK/VI/2020 di Jakarta, Senin (30/6) kemarin.

Drama penyelamatan PT Bank Bukopin Tbk mulai menemukan titik terang. Hal itu ditandai setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik, Anto Prabowo, memberikan pernyataan efektif pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas kelima (PUT V) PT Bank Bukopin Tbk melalui penerbitan saham baru dengan memberikan penawaran Hak Memesan Efek Terbatas Terlebih Dahulu (HMETD) atau  rights issue kepada pemegang saham. Hal ini disampaikannya melalui press release Nomor 48/DHMS/OJK/VI/2020 di Jakarta, Senin (30/6) kemarin.

“Pernyataan ini sesuai dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk. pada 24 Oktober 2019. Nantinya seluruh dana akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka meningkatkan pertumbuhan kredit,” katanya.

Menurut Anto, dalam prospektus PUT V PT Bank Bukopin Tbk dinyatakan bahwa kedua pemegang saham utama, yaitu PT Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank Co. Ltd. menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam PUT V. Katanya, dalam PUT V ini, Kookmin bertindak sebagai pembeli siaga yang akan mengambil seluruh sisa saham yang tidak dilaksanakan haknya oleh pemegang saham lainnya.

“Hal ini sesuai dengan rencana Kookmin menjadi pemegang saham pengendali PT Bank Bukopin Tbk berdasarkan press release Bukopin dan OJK tanggal 11 Juni 2020,” lanjutnya.

Anto menuturkan, OJK mendukung aksi korporasi PT Bank Bukopin Tbk yang dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat dan nasabah pada khususnya terhadap pelayanan PT Bank Bukopin Tbk ke depan.

“OJK juga menyambut baik penjelasan lanjutan Ketua BPK dalam kaitannya dengan pelaksanaan pengawasan bank yang sempat diberitakan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab dan tentunya berita tersebut sudah tidak relevan dengan perkembangan saat ini. OJK bekerjasama dengan pihak Bareskrim Polri untuk mengusut dan menindak orang yang bermaksud membuat keresahan di masyarakat,” tukasnya.

Sebagai penutup Anto mengatakan, OJK mengharapkan masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penarikan di luar batas kewajaran.

“Karena hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi bank. Kemudian OJK juga meminta masyarakat mengabaikan ajakan untuk memindahkan dana karena berita yang menyesatkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, dilansir situs resmi Bank Bukopin, Kookmin Bank telah menempatkan dana sebesar US$ 200 Juta atau Rp2,8 Triliun pada escrow account. Hal itu dilakukan untuk merealisasikan rencananya menjadi pengendali saham Bank Bukopin. Selain itu, Kookmin Bank juga telah menyelesaikan proses due diligence tambahan dan dalam tahap finalisasi proses sesuai ketentuan di Korea Selatan.

Sebagai pembeli siaga pada PUT V, Kookmin Bank berpeluang menjadi pemegang saham terbesar Bukopin, dengan porsi kepemilikan hingga 37,6 persen. Kookmin Bank pun telah meminta OJK memastikan kesanggupan Bosowa dan Bukopin untuk merealisasikan rencana peningkatan kepemilikan saham Kookmin melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement

Dalam risalah rapat tertanggal 24 Juni 2020, Kookmin Bank kembali meminta dukungan Bosowa agar dirinya bisa menjadi pemegang saham pengendali. Bosowa mendukung kepemilikan saham Kookmin Bank tersebut, termasuk memberikan dukungan suara dalam RUPSLB. Namun, dukungan ini dengan catatan Kookmin Bank bersedia menyelesaikan permasalahan likuiditas Bukopin.

Sementara itu, terkait jadwal pelaksanaan rights issue dalam PUT V, Bank Bukopin akan mengumumkan jadwal pelaksanaan rights issue sesuai ketentuan yang diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*