SEKILAS TENTANG CRYPTOCURRENCY

0
201
SEKILAS TENTANG CRYPTOCURRENCY

SEKILAS TENTANG CRYPTOCURRENCY

Cryptocurrency adalah sebuah mata uang berbentuk digital yang dibuat dan disebarkan melalui sistem jaringan dan komputer tertentu yakni Blockchain. Cryptocurrency pertama kali muncul dengan adanya penciptaan Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 guna menggantikan sistem pembayaran keuangan, serta membentuk sistem pembayaran digital yang eksklusif dan transparan.1

Indonesia belum mengatur mengenai adanya penggunaan Cryptocurrency sebagaimana terurai dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang, Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/2015 Tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 Tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran. Menurut Undang-Undang, Cryptocurrency hanya akan diakui sebagai alat pembayaran yang sah apabila keberadaannya telah diakui dan diatur oleh pemerintah. Apabila belum diatur, maka alat pembayaran yang sah dalam tatanan nasional yang sah adalah mempergunakan Rupiah.2

Dalam praktiknya, Cryptocurrency muncul dengan adanya tiga perbedaan fungsi dari kepemilikannya yakni Cryptocurrency sebagai Mata Uang Komoditi, Mata Uang dalam Pembayaran Utang dan Mata Uang Berbasis Matematika.3 Sedangkan dalam klasifikasinya, kepemilikan Cryptocurrency dibagi menjadi empat macam yakni Currency Tokens, Utility Tokens, Membership Tokens dan Security Tokens.4 Ketika fungsi ini memberikan fakta bahwa mata uang nyatanya tidak hanya dapat diterbitkan dan disebarkan oleh otoritas layaknya pemerintah atau perbankan, namun juga oleh pihak ketiga melalui sistem ekslusif yang terpisah dari sistem mata uang konvensional. Dikarenakan pihak yang dapat menerbitkan Cryptocurrency adalah pihak ketiga, maka tidak heran apabila merek Cryptocurrency terdiri dari beberapa macam yakni Bitcoin, Ethereum, Ripple, Litecoin dan lain-lain.

Dengan adanya perbedaan sistem ini, maka produksi guna memperbanyak Cryptocurrency harus dilakukan dengan cara tertentu yakni dengan menambah nilai dan melakukan verifikasi jaringan komputer dalam Blockchain.5 Dalam Blockchain inilah akan terdapat aktivitas yang disebut dengan Mining dengan cara mengumpulkan transaksi yang tidak terkonfirmasi untuk kemudian menambahkan transaksi tersebut kepada Blockchain mempergunakan tiga cara pilihan yakni mempergunakan self-mining, cloud mining service atau mempergunakan remote hosting services.6 Blockchain juga mempergunakan sistem Distributed Ledger yang memberikan akses dan data yang transparan mengenai persebaran dan transaksi Cryptocurrency yang terjadi dalam satu Blockchain kepada pihak-pihak partisipan yang tergabung dalam Blockchain.7

Pengamanan penggunaan dan persebaran Cryptocurrency pun berbeda dengan mata uang biasa dikarenakan bentuk dan sifat Cryptocurrency yang digital dan juga eksklusif kepada jaringan tertentu dalam Blockchain. Pengamanan tersebut dilakukan mempergunakan teknik Cryptography dengan coding dan mempergunakan protokol matematika dalam sistem.8 Pengamanan tersebut mengakibatkan penggunaan Cryptocurrency sebagai mata uang dikuatkan dengan mempergunakan perjanjian tertentu atau “Smart Contract” yang dibagi menjadi beberapa tahapan yakni Transaction Initiation, Transaction Authentication, Block Creation, Block Validating untuk kemudian tahapan utama adalah Block Chaining.9 Walaupun begitu, resiko keamanan tetaplah ada dalam hal terjadi adanya kebocoran data atau pihak ketiga yang melakukan hacking atau penyusupan untuk mengambil semua Cryptocurrency dalam Blockchain sehingga dalam hal ini perlu kiranya diatur mengenai subjek hukum yang wajib untuk melakukan pengamanan dan pihak yang akan melakukan ganti rugi.

 ____________________________________________

Aleksander Berensten dan Fabian Schar, A Short Introduction to the World of Cryptocurrency, Federal Reserve Bank of St. Louise Review, 2018, Halaman 1.

Lihat Pula Global Legal Research Directorate Staff, Regulation of Bitcoin in Selected Jurisdiction, The Law Library of Congress, Halaman 12.

3 Travis Patron, The Bitcoin Revolution : An Internet of Money, Diginocomics, Halaman 11.

4 Jeremy Baumann dan Anthony Lesoismeir, Cryptocurrency Outlook 2018 : Stairway to Heaven, SwissBorg, Halaman 5.

5 Travis Patron, Op. Cit Halaman 12.

Garrick Hileman dan Michel Rauchs, Global Cryptocurrency Benchmarkking Study, University of Cambridge, 2017, Halaman 89.

7 Backer Mckenzie, Blockchains and Laws : are they compatible?, Halaman 7

8 Cryptography and Cryptocurrencies, Princeton University Press, Halaman 1.

9 Wirtschaftsuniversität Wien (WU) Global Tax Policy Center (WU GTPC), BLOCKCHAIN 101 FOR GOVERNMENTS, The Committee of Experts on International Cooperation in Tax Matters Fifteenth session , 2017, Halaman 14.

 

FL

Artikel berupa opini ini ditulis oleh Franciska Mifanyira Sutikno,  Associate di Tito Suprianto Law Firm. Artikel ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi KlikLegal.

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*