Tips Menulis Dengan Hati Ala Irma Devita

0
89
Tips Menulis Dengan Hati Ala Irma Devita

Tips Menulis Dengan Hati Ala Irma Devita

Untuk menulis atau membuat suatu karya tulisan tentunya harus dibarengi dengan membaca. Gizi dari tulisan adalah membaca.  Penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

Siapa yang tidak kenal dengan Irma Devita. Kiprahnya tidak hanya dikenal sebagai seorang notaris tetapi juga sebagai seseorang yang rajin memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, terutama lewat tulisannya. Di tengah aktivitasnya, penulis yang setidaknya melahirkan sepuluh buku bersedia berbagi tips menulis kepada Kliklegal.

“Bukan perkara mudah untuk menimbulkan gairah menulis dan mencintai dunia tulis menulis. Bedanya kita menulis dengan hati, ketika kita menulis dengan hati pasti akan sampai juga kehati orang lain,” cerita Irma pada Jumat (4/9).

Pertama, tumbuhkan perasaan  keingintahuan.

Menurut Irma metode yang pertama kali dilakukan ialah bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri sebelum menulis dan mengetahui tujuan sebenarnya untuk apa menulis. Dengan begitu kita akan tau apa yang kita suka dan apa yang kita kerjakan sehingga menimbulkan perasaan tidak cepat bosan atau cepat menyerah.

“Ketika telah tumbuh perasaan keingintahuan tadi menimbulkan rasa cinta ketika menulis, sehingga melahirkan tulisan-tulisan yang dibuat dengan sepenuh hati dan tersampaikan ke hati orang lain,” ujar penulis novel Sang Patriot.

Kedua, harus menyukai topik yang akan dipilih untuk menulis.

Melakukan hal yang disukai tentunya akan menimbulkan perasaan senang dan tidak terbebani. Begitu juga dalam menulis, untuk memilih topik yang akan diangkat menjadi sebuah karya tulis tentunya harus sesuai dengan kemampuan dan topik apa yang disukai si penulis agar menimbulkan gairah untuk selalu menulis lagi dan lagi.

Ketiga, tidak boleh cepat putus asa.

Untuk menulis diharuskan punya target dan best time. “Karena tiap orang beda-beda. Kalau saya best time menulisnya pada malam hari, akibatnya saya menjadi insomnia. Dan karena saya sudah bekerja jadi saya mengatur best time nya untuk menulis setelah subuh, jadi otomatis selesai sholat subuh kita masih fresh belum ada kesibukan,” ungkapnya.

Keempat, disiplin.

Irma bilang kedisiplinan dalam menulis sangat dibutuhkan dengan begitu kita akan bisa menyelesaikan target dari menulis itu. “Kita harus pasang target dulu nulis berapa halaman, kemudian kita buat outline atau mapping terus kita seperti isi puzzle kita buat kerangka besarnya dahulu nanti isinya tentang apa, lalu kita masukan informasi-informasi dan pokok pikiran baru kita istilah kolom-kolom kecil seperti puzzle. Dengan memasang target yang disiplin itu dapat dipastikan buku ataupun karya tulis yang kita buat akan terselesaikan dengan baik,” tuturnya.

Kelima, konsisten.

Menulis tidak bisa hanya sekali, kata Irma, harus berulang-ulang jika gagal maka lakukan lagi. Menulis itu dapat dilatih, penulis sesungguhnya bukan dilahirkan tetapi diasah maka dari itu setiap orang bisa menulis.

Keenam, penulis yang baik adalah pembaca yang baik.

Untuk menulis atau membuat suatu karya tulisan tentunya harus dibarengi dengan membaca. Irma menyebutkan bahwa gizi dari tulisan adalah membaca. “Bagaimana mungkin kita bisa menulis kalau kita tidak membaca, makanya kenapa saya selalu katakan Penulis yang baik adalah pembaca yang baik,” jelas Irma.

Sebelum menulis ada baiknya untuk melakukan beberapa riset dan membaca banyak referensi sehingga tulisan menjadi kaya dan menimbulkan ide serta ilmu baru bagi bagi penulis dan pembaca nantinya.

Irma juga membagi pengalamannya saat menulis sebuah novel sejarah yang memakan waktu tidak sedikit untuk melakukan sebuah riset. “Waktu saya menulis novel sejarah itu yang paling berat untuk saya karena waktu harus benar-benar sama dengan aslinya walaupun itu dalam bentuk novel. Itu saya riset dari mana-mana, ada kali sampai lima tahun saya riset,” ceritanya.

Namun, ketika kita telah membangun rasa cinta dan merasa senang untuk menulis maka ketika tulisan tersebut selesai rasa lega rasa banga yang dirasa tidak dapat terbeli. Begitu pula Irma mengistilahkannya sebagai rasa bahagia saat melahirkan seorang anak. It’s my baby”.

 

TM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*