United Tractors Siapkan Dana Rp1,5 Triliun Sebagai Pembeli Siaga untuk Rights Issue Acset Indonusa

0
3110
United Tractors Siapkan Dana Rp1,5 Triliun Sebagai Pembeli Siaga untuk Rights Issue Acset Indonusa

United Tractors Siapkan Dana Rp1,5 Triliun Sebagai Pembeli Siaga untuk Rights Issue Acset Indonusa

Acset Indonusa bersiap menerbitkan maksimal 15 Miliar saham baru via rights issue. Jika dalam pelaksanaan nanti tak semua investor publik mampu menyerap saham baru, saham tersebut dialihkan kepada anak perusahaan United Tractors yakni PT Karya Supra Perkasa”.

PT United Tractors Tbk (UNTR) menyiapkan dana hingga Rp1,5 Triliun sebagai pembeli siaga (standby buyer) penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue PT Acset Indonusa Tbk (ACST). Saat ini, Acset tengah menanti pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perihal rights issue. Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis mengatakan, perseroan masih memiliki kas internal yang cukup untuk menyerap rights issue Acset maupun kebutuhan ekspansi yang lain.

“Per Juni 2020, kas dan setara kas perseroan tercatat sebanyak Rp 16,92 Triliun. Saat pandemi seperti sekarang, perusahaan tetap pantau cash flow secara ketat seperti biasa,” jelas dia kepada wartawan, Minggu (9/8).

Sara menuturkan, hingga semester I-2020, United Tractors telah menghabiskan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp1,3 Triliun atau 37,14 persen dari total anggaran sepanjang 2020 yang mencapai Rp3,5 Triliun. “Sebagian besar capex untuk pembelian alat berat sebagai replacement di kontraktor penambangan,” pungkasnya.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Acset Indonusa, Maria Cesilia Hapsari mengatakan, sampai sekarang, rencana rights issue perseroan masih sesuai dengan prospektus yang diumumkan sebelumnya. 

“Perseroan menargetkan dana rights issue sekitar Rp 1-1,5 triliun dengan target pelaksanaan pada Agustus ini. Kami tak menyebut adanya investor strategis lain, kecuali PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak usaha United Tractors. KSP sebagai pemegang saham mayoritas tetap bertindak sebagai pembeli siaga. Semoga Agustus ini kami sudah dapat pernyataan efektif OJK,” jelasnya.

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, Acset bersiap menerbitkan maksimal 15 Miliar saham baru via rights issue. Jika dalam pelaksanaan nanti tak semua investor publik mampu menyerap saham baru, saham tersebut dialihkan kepada KSP. Alhasil, kepemilikan KSP berpotensi naik signifikan.

Pada skenario ini, kepemilikan KSP bisa bertambah menjadi 88,24 persen dari sebelum rights issue sebanyak 50,1 persen, PT Cross Plus Indonesia menjadi 0,55 persen  dari 12,27 persen, PT Loka Cipta Kreasi menjadi 0,26 persen dari 5,83 persen, Value Partners High-Dividen Stock Fund menjadi 0,25 persen dari 5,51 persen, Reksa Dana HPAM Ekuitas Progresif menjadi 0,28 persen dari 6,33 persen, serta masyarakat menjadi 10,42 persen dari 19,96 persen. Pemegang saham yang tidak melaksanakan hak dalam rights issue ini sesuai porsi HMETD-nya, maka akan mengalami dilusi kepemilikan saham maksimal 95,54 persen.

Aksi korporasi ini telah mendapat restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Acset pada 8 Juni 2020. Jika berjalan lancar, aksi ini akan menjadi rights issue kedua perseroan, setelah sebelumnya menggelar rights issue perdana pada 2016.

United Tractors Konsisten Bantu Anak Perusahaan

United Tractors tercatat konsisten membantu anak usahanya, baik dalam bentuk komitmen menyerap saham baru ataupun memberikan pinjaman. Baru-baru ini, perseroan mengucurkan pinjaman senilai US$70 Juta kepada PT Agincourt Resources untuk kebutuhan modal kerja. Langkah ini dinilai mampu membantu Agincourt selaku pengelola tambang emas Martabe, menjaga arus kasnya di tengah pandemi Covid-19. Menurut Sara, anak usaha perseroan yakni PT Pamapersada Nusantara bersama Agincourt Resources menandatangani perjanjian pinjaman pada 3 Agustus 2020. Fasilitas pinjaman berulang ini memiliki bunga LIBOR +2 persen per tahun dan periode ketersediaan dana hingga 3 Agustus 2025. 

“Secara bisnis bagi Agincourt akan lebih menguntungkan apabila mereka mendapat pinjaman ini dari Pamapersada dibandingkan pihak lain,” jelas dia.

Pada struktur perusahaan, Pamapersada merupakan anak usaha United Tractors, sedangkan Agincourt Resources merupakan anak usaha dari PT Danusa Tambang Nusantara yang dimiliki 60 persen oleh United Tractors dan 40 persen oleh Pamapersada.

Berdasarkan penilaian independen, KJPP Desmar, Ferdinand, Hentriawan dan Rekan, transaksi afiliasi ini dilakukan karena Agincourt belum memiliki standby facility dari bank. Sehingga pinjaman dari Pamapersada bisa membuat Agincourt Resources melaksanakan kegiatan operasionalnya dengan baik, pada saat situasi yang tidak kondusif karena pandemi Covid-19.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*