3 Persiapan Wajib Bagi Fresh Graduates Menghadapi Era Industri 4.0

0
60
3 Persiapan Wajib Bagi Fresh Graduates Menghadapi Era Industri 4.0

3 Persiapan Wajib Bagi Fresh Graduates Menghadapi Era Industri 4.0

“Saat ini, peran lawyer terancam oleh Artificial Intelligence karena adanya kemajuan teknologi dan informasi yang terus berkembang di era 4.0,”

Kemajuan teknologi dalam masa revolusi industri 4.0 telah mengubah sebagian besar interaksi orang dalam berbagai bidang, termasuk hukum. Semua kalangan harus mampu beradaptasi, dari mulai peradilan yang sekarang bisa dilakukan tanpa kehadiran fisik para pihak di ruangan karena bisa telekonferensi, kontrak bisnis yang disusun para pihak dapat dilakukan hanya melalui sambungan internet, ditambah lagi sudah ada teknologi Artificial Intelligence yang dikatakan mampu menggantikan posisi manusia yang bergelar sarjana hukum dan berprofesi sebagai penegak hukum. 

Rikrik Rizkyana, Senior Partner Assegaf Hamzah & Partners Lawfirm, menjelaskan berbagai peran lawyer yang terancam oleh kehadiran teknologi Artificial Intelligence dalam rangkaian acara The 12th Legal Preneurship Series : “Ancaman Disrupsi Kecerdasan Buatan Terhadap Peran Lawyer yang diadakan pada Jumat (14/8). Menurutnya, ada beberapa hal juga yang tak kalah penting dan dapat dipersiapkan bagi para sarjana hukum sedini mungkin sebelum terjun ke dunia praktik dan bersaing dengan teknologi yang semakin canggih, antara lain: 

Pertama, aktif mempelajari dan membuat kajian hukum.

Menurut Rikrik, Dengan mempelajari dan membuat kajian hukum ada banyak manfaat yang didapatkan, ditambah lagi dengan memperluas bahan referensi, bukan hanya dari hukum yang berlaku di Indonesia, melainkan dari yurisdiksi lain. 

“Jika ada yang kira-kira applicable untuk Indonesia dimana kebetulan peraturan perundang-undangan Indonesia masih belum terakomodir, bisa initiate kerjasama dengan berbagai available institution untuk membuat kajian lebih lanjut,” jawab Rikrik dalam Question and Answer yang ada pada acara tersebut. 

Kedua, melakukan diskusi dengan associate dan kolega.

Melatih diri untuk bisa mengetahui teknik menemukan solusi juga tidak kalah penting, Mahasiswa hukum harus dibekali bagaimana logika bukan lagi hanya berupa teknik drafting dan riset, karena Artificial Intelligence yang ada sudah dipersiapkan untuk hal tersebut, 

Ketiga, membuat sasaran dan tujuan pasar dengan metode tersendiri.

Sifat visioner sangat dibutuhkan dalam bidang hukum karena lawyer yang mampu bersaing adalah lawyer yang juga memiliki keterampilan dalam bidang teknologi dan social media, bukan hanya sekedar memberikan referensi. Pada saat memaparkan materi, Rikrik berpesan bahwa diperlukan usaha membentuk “branding” pasar sendiri dalam industri di bidang hukum sebagai pembeda dari yang lainnya.

“Being specialist akan suffer kalau tidak membangun reputasi, kalau saya melalui menulis dan menciptakan metode competition audit,” jelas Rikrik. 

 

DD

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*