5 Hal yang Harus Dimiliki Sarjana Hukum Sebagai Modal Karier In-House Counsel

0
213
5 Hal yang Harus Dimiliki Sarjana Hukum Sebagai Modal Karier In-House Counsel

5 Hal yang Harus Dimiliki Sarjana Hukum Sebagai Modal Karier In-House Counsel

Jangan nekat melamar kerja menjadi In-house counsel kalau belum baca ini. 

Terdapat beberapa pilihan dalam profesi hukum sebelum akhirnya seorang sarjana hukum memilih terjun kedalam dunia praktek. Selain maraknya impian sarjana hukum sebagai seorang lawyer, banyak dari para fresh-graduates yang ingin menjadi penasihat hukum internal di sebuah perusahaan atau in house counsel. Sebagai persiapan tempur sebelum masuk dunia kerja, perlu bagi para sarjana hukum untuk mengetahui apa yang harus dimiliki oleh seorang in-house counsel.

Yudhistira Setiawan, President of Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA), dalam hal ini memaparkan lima hal penting yang harus dimiliki seorang sarjana hukum sebelum melamar pekerjaan sebagai in-house counsel atau penasihat internal perusahaan. Yudhis memaparkannya dalam Interactive Online Discussion yang diselenggarakan oleh Komunitas Lawyer Muda bekerja sama dengan Kliklegal pada Rabu (15/04) lalu. Berikut adalah lima hal yang perlu disimak oleh sarjana hukum yang ingin melamar sebagai in-house counsel :

  1. Memiliki keterampilan hukum

Dalam hal ini, catatan pertama yang harus dimiliki oleh in-house counsel yang diberikan oleh Yudhis adalah keterampilan hukum. Dimana pelamar harus mengetahui peraturan perundang-undangan dengan baik, khususnya terkait dengan peraturan Undang-Undang Peseroan Terbatas. Selain itu, in-house counsel dituntut untuk memiliki pengetahuan yang luas tentang hukum lainnya, khususnya peraturan yang bersinggungan dengan core business dari perusahaan yang bersangkutan. Sebelum melamar pekerjaan untuk posisi in-house counsel, ada baiknya para pelamar melakukan riset terlebih dahulu terkait dengan bisnis apa yang dijalankan oleh perusahaan yang bersangkutan, setelah itu mempelajari peraturan hukum yang berkaitan dengan bisnis perusahaan tersebut.

  1. Mempunyai interpersonal skills

Secara sederhana interpersonal skills adalah kemampuan atau keterampilan yang dimiliki seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. “Dalam hal ini perusahaan akan menilai, apakah orang ini mampu bekerja? Apakah orang ini memiliki kemampuan untuk belajar? Bagaimana cara dia membawakan dirinya, dan apakah sekiranya orang tersebut dapat diajak kerja sama?” ujar Yudhis.

Menurut Yudhis, kemampuan komunikasi dan kapasitas kemampuan seseorang untuk belajar bisnis hukum perusahaan sangat penting. Pasalnya, dikarenakan sebagai in-house counsel mereka harus menjelaskan secara sederhana mengenai sebuah aturan hukum yang berlaku kepada pihak lain agar mereka dapat mengerti dengan mudah.

  1. Memiliki kemampuan analisis yang kuat

Kemampuan analisis yang kuat juga diperlukan, hal ini dikarenakan seorang in-house counsel akan memberikan analisis terhadap resiko atas keputusan yang diambil oleh perusahaan. “Apabila perusahaan ingin menjalankan sesuatu, kita harus mencari tahu terkait dengan aturan hukum yang ada. Beranjak dari sana, kita berikan analisa kita sebagai in-house counsel, hal ini dilakukan supaya keputusan yang diambil perusahaan dapat menjadi keputusan terbaik.”

Analisis yang dimaksudkan disini adalah untuk melihat apakah tindakan yang ingin diambil oleh perusahaan dapat merugikan perusahaan? Sejauh mana risiko yang akan ditempuh perusahaan apabila melakukan suatu tindakan tersebut dan bagaimana mitigasi resikonya.

  1. Memahami perkembangan proses bisnis perusahaan

Sebagai in-house counsel, modal utama posisi kita dalam perusahaan adalah sebagai seseorang yang paham akan isu-isu hukum yang beredar. Bagi Yudhis, perlu bagi seorang in-house counsel untuk berbaur ke berbagai departemen yang ada dalam perusahaan supaya dapat memiliki wawasan yang luas dan mengerti permasalahan hukum yang mungkin timbul dari tiap departemen tersebut. Hal ini merupakan bentuk dari suatu proses pembelajaran bisnis perusahaan. Semakin banyaknya wawasan yang dimiliki oleh seorang in-house counsel, semakin besar kepercayaan perusahaan terhadap dirinya untuk diandalkan.

  1. Kemampuan networking di luar perusahaan

Selain membangun hubungan baik dengan tiap departemen yang ada dalam perusahaan, seorang in-house counsel juga harus memiliki kemampuan untuk networking dengan pihak diluar perusahaan. Contohnya pihak pemerintah pusat maupun daerah, kejaksaan, kepolisian.

BEL

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*