5 Langkah Law Firm dalam Membangun Konten yang Tepat Untuk Bertahan di Era New Normal

0
125
5 Langkah Law Firm dalam Membangun Konten yang Tepat Untuk Bertahan di Era New Normal

5 Langkah Law Firm dalam Membangun Konten yang Tepat Untuk Bertahan di Era New Normal

“Salah satunya ialah dengan melakukan new strategy. Ada lima jalur digital branding untuk mendapatkan klien, terdiri atas: soft selling, hard selling, edukasi, hiburan, sosial dan kajian”.

Jumat (3/7) lalu, Kliklegal.com menyelenggarakan Legalpreneurship The 11th Series dengan tema: “Strategy for Law Firm to Survive The New Normal Era”.  Pada acara tersebut CEO Codex Digital, Ananto Pratikno mengatakan, dalam melakukan mapping suatu customer maka diperlukan suatu road map, misalnya, mengetahui dimanakah calon customer itu berada.

“Karena pendekatannya sekarang adalah digital, maka keberadaan customer kita tersebut juga dianalisa secara online, misalnya salah satunya di linkedin. Biasanya, untuk memahami antara branding dan digital secara bersamaan, kita melakukan workshop dua sampai tiga hari untuk menyamakan persepsi. Membangun medianya, intinya di sini adalah content dan channel, karena ini adalah bentuk baru digitalisasi semua bidang di Indonesia dan di dunia,” katanya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan, setidaknya ada lima langkah bagi perusahaan dalam membangun konten yang tepat untuk bertahan di era new normal ini. Adapun sebagai berikut:

Pertama, New Identity.

“Nilai baru dan arti baru dari merek anda. Misalnya, kalau dulu meeting harus secara langsung bertatap muka, sekarang bisa menyesuaikan dengan meeting daring menggunakan zoom. Selain itu, yang bisa dilakukan oleh teman-teman lawyer misalnya membuat konsultasi hukum secara online. Ada value baru yang dinject ke personal dan corporate,” ujar Ananto yang merupakan tim kampanye untuk Mahathir Mohamad. 

Kedua, New Insight.

“Saya bagi tiga hal yaitu: gaya hidup yang berubah, prioritas, dan kata kunci.  Di perubahan gaya hidup Saya ambil datanya dari Nelson, hasil survey terakhir menyebutkan: Pertama, 9 persen orang Indonesia sudah started exercises in the morning. Kedua, 83 persen laki-laki bermain game online. Ketiga, 77 persen wanita mendengarkan radio, musik, dan podcast. Keempat, 84 persen orang akan mengunjungi mall dengan menerapkan protokol kesehatan. Kelima, 65 persen dari mereka selesai pandemi akan belanja untuk penyegaran dan kebutuhan sehari-hari,” tukasnya.

Ananto melanjutkan, sedangkan untuk prioritas seperti cooking aid, dairy and pharma merupakan kategori produk yang banyak dipakai orang sekarang.

“Karena banyak waktu di rumah orang-orang akan mulai memasak. Kemudian frozen food sudah ada dimana-mana. Berikutnya, leisure are most affected dan consumers are reducing spending,” imbuhnya.

Disebutkan Ananto, terkait kata kunci yang ada dalam insight ini terdiri dari virtual over physical, yang menyebabkan seseorang mau tidak mau harus sering bertemu dengan hal-hal yang berhubungan dengan virtual.

“Kemudian, open space over confined space yang mana dulu kita bangga berkantor di lantai 18, sekarang berubah bisa di restoran, mobil, dan dimana-mana. Tetapi jangan lupa ada proximity and local patronage yang harus kita perhatikan, wallet adjustment through reprioritization, and rebalancing FMCG baskets,” paparnya.

Ketiga, New Strategy.

“Ada lima jalur digital branding untuk kita bisa mendapatkan klien, terdiri atas: soft selling, hard selling, edukasi, hiburan, sosial dan kajian. Kita harus mengedukasi pasar, membagikan konten-konten, ada yang nanya, baru kita panen. Misalnya untuk short selling, cerita Mr. Lawyer dari kecil kenapa, di situ  kontennya sejarah, asal usul, proses dan lain-lain,” bebernya.

Keempat, New Story.

“Story baru apa sih di era di digital ini yang perlu dibranding untuk seorang lawyer? Saya bagi tiga yaitu: personalnya, produk-produk dari law firm sebagai servisnya, dan corporatenya. Kita cari titik temunya, story apa yang akan kita tulis dan kemudian kita bagikan ke mereka (calon klien),” terangnya.

Kelima, New Delivery.

“Bagaimana kita mendapatkan dua macam, pertama secara digital dan yang kedua secara activation. Secara digital kita bisa melalui webinar menggunakan zoom, linkedin membangun personal dan corporate branding, TikTok, IG, FB, dan Youtube Channel. Sedangkan secara new activation delivery, kita bisa dapatkan melalui roadshow dan collaborations,” pungkasnya.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*