Digemari Investor, Pemerintah Berencana Tingkatkan Target Penjualan Obligasi Ritel Seri ORI017

Digemari Investor, Pemerintah Berencana Tingkatkan Target Penjualan Obligasi Ritel Seri ORI017

Digemari Investor, Pemerintah Berencana Tingkatkan Target Penjualan Obligasi Ritel Seri ORI017

“Tapi berapa target penjualan ORI017 yang baru, masih proyeksi internal, kami belum bisa published”.

Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri ORI017 laris manis diburu investor. Bahkan, penjualan surat utang ritel dengan kupon 6,4 persen ini melebihi target pemerintah senilai Rp10 triliun menjelang penutupan penawaran pada 9 Juli 2020.

Dilansir dari situs Investree, Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, penjualan ORI017 hingga 5 Juli tercatat Rp11,77 Triliun. Menurutnya, total keseluruhan completed order sampai 3 Juli 2020 Rp11,4 Triliun dari target awal Rp10 Triliun.

“Investor terbesar yakni wiraswasta 45,1 persen. Disusul pegawai swasta 22,7 persen dan ibu rumah tangga 12,7 persen. Sisanya 19,5 persen investor dengan pekerjaan selain ketiga di atas,” katanya di Jakarta, Senin (6/7) lalu.

Deni menuturkan, dengan tingginya animo investor, pemerintah mempertimbangkan untuk meningkatkan target penjualan ORI017. 

“Tapi berapa target penjualan ORI017 yang baru, masih proyeksi internal, kami belum bisa published,” lanjutnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa beberapa bank mitra distribusi juga mengalami kelebihan permintaan dan berencana menambah target penjualan. Adapun bank-bank tersebut sebagai berikut:

Pertama, Bank Mandiri.

Group Head Wealth Management Bank Mandiri, Elina Wirjakusuma mengatakan, Bank Mandiri telah menjual ORI017 hingga Rp1,24 Triliun per 3 Juli 2020. Ia menuturkan, pihaknya akan menaikkan target penjualan menjadi Rp1,5 Triliun dari semula Rp1 Triliun.

“Minat investor justru semakin meningkat belakangan ini dibanding masa awal penawaran ORI017. Penjualan harian Bank Mandiri naik menjadi Rp200 Miliar dari Rp100 Miliar per hari,” ucapnya di Jakarta, Jumat (3/7) lalu.

Kedua, Bank Negara Indonesia (BNI).

Deputy General Manager Divisi Wealth Management BNI, Widi Hantono menuturkan, Bank BNI telah melakukan penjualan obligasi ritel seri ORI017 mencapai Rp749 Miliar hingga 3 Juli 2020. 

“Perolehan tersebut memenuhi 249 persen dari indikasi target Rp300 Miliar yang diajukan kepada Kementerian Keuangan. Kami akan tetap agresif menawarkan ORI017,” jelasnya.

Ketiga, Bank Central Asia (BCA).

Senior Executive Vice President Wealth Management BCA, Christine Setyabudhi menyatakan,  tren permintaan tinggi pembelian obligasi seiring peningkatan transaksi melalui aplikasi WELMA BCA. Ia mengungkapkan, hingga 2 Juli 2020 BCA mencatat total pemesanan ORI017 mencapai Rp2,7 Triliun.

“Kami mencermati permintaan tinggi didasarkan pada pola masyarakat yang cenderung beralih ke instrumen investasi lebih konservatif di tengah situasi pandemi Covid-19,” bebernya.

Keempat, Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Bank BRI mengalami peningkatan permintaan yang hampir mencapai Rp 1 triliun di Jumat (3/7) lalu. BRI mulanya hanya menargetkan penjualan obligasi ORI017 Rp500 Miliar,” ujar Direktur Konsumer Bank BRI, Handayani.

 

SF

Dipromosikan