Anggaran Defisit Negara Diproyeksikan Mencapai 5,7 % di Tahun 2021

0
27
Anggaran Defisit Negara Diproyeksikan Mencapai 5,7 % di Tahun 2021

Anggaran Defisit Negara Diproyeksikan Mencapai 5,7 % di Tahun 2021

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa defisit anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2021 akan naik pada tahun 2021 menjadi 5,7% dari  Produk Domestik Bruto (PDB) yang sebelumnya direncanakan defisit hanya sebesar 5,5%.

Pemerintah dan DPR telah sepakat untuk memproyeksikan anggaran defisit negara mencapai 5,7% dari PDB pada tahun 2021 karena akibat pandemi covid-19 yang telah mempengaruhi aktivitas masyarakat dan penerimaan pajak yang diperkirakan akan semakin mempengaruhi aktivitas perekonomian. Sri Mulyani menyebutkan bahwa pandemi ini menyebabkan ketidakpastian ekonomi pada tahun ini dan tahun depan, maka pemerintah merevisi anggaran defisit yang sebelumnya 5,5% “Defisit anggaran mengalami kenaikan 0,2 persen dari yang disampaikan Bapak Presiden, menjadi 5,7 persen PDB,” ujar Sri Mulyani dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR, Jumat, (11/9/2020).

Kemudian akan ada perubahan alokasi belanja antara lain, realokasi cadangan penyesuaian pendidikan ke pembiayaan, serta tambahan cadangan belanja PEN 2021 sekitar Rp15,8 triliun. Serta perubahan pembiayaan anggaran menjadi Rp 35,2 triliun melalui tambahan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Rp 34,9 triliun, penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) Rp 15,8 triliun dan tambahan cadangan biaya pendidikan Rp 15,4 triliun. Lebih lanjut berdasarkan usulan panitia DPR pendapatan negara dirancang turun Rp 32,7 triliun dalam postur sementara RAPBN 2021. Adapun pos pendapatan yang turun dalam postur baru ini adalah pos perpajakan sebesar Rp 37,4 triliun. Dan di sisi lain, belanja negara didesain naik sebesar Rp 2,5 triliun pada postur yang baru. Pos belanja yang naik ada pada belanja pemerintah pusat yang meningkat Rp 3,3 triliun. Sementara anggaran transfer ke daerah dan dana desa ditetapkan turun Rp 0,8 triliun. “Untuk postur ini maka keseimbangan primer mencapai defisit 633,1, triliun lebih tinggi dari RAPBN 2021. Dengan keseimbangan primer defisit tersebut, keseluruhan defisit anggaran APBN 2021 mencapai Rp 1.006,4 triliun, naik jadi 5,7 persen PDB,” kata Sri Mulyani.

Seraya menambahkan bahwa pemerintah akan merevisi asumsi ekonomi makro yang mendukung anggaran negara untuk mencerminkan kenyataan baru. “Kami melihat ketidakpastian ekonomi yang sangat besar (pada 2021) sehingga kami akan melakukan perubahan target penerimaan pajak untuk mencerminkan situasi tersebut,Kami akan tetap waspada dan optimis dalam menghadapi tantangan ekonomi tersebut”. kata Sri Mulyani kepada Panitia Anggaran DPR saat sidang. Sementar itu, pemerintah tetap berusaha agar pertumbuhan ekonomi tetap berada di 5% untuk tahun ini.

 

TM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*