BI Proyeksikan Inflasi Bulan Oktober Naik 0,02%

0
5

Tingkat inflasi Oktober diperkirakan 3,13% year-on-year

            Hasil survei pemantauan harga oleh Bank Indonesia (BI) pada minggu pertama memperkirakan tingkat inflasi sebesar 0,02% month-to-month (mtm) atau 3,13% year-on-year (yoy). Dengan besaran tersebut, Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan inflasi secara tahunan di bulan Oktober masih lebih rendah dibandingkan September lalu sebesar 3,39 yoy.

“Harga-harga tetap terkendali dengan inflasi 3,13% yoy bulan ini,” tuturnya saat ditemui ditemui di Kompleks BI, Jumat (4/10). Mengutip laman Kontan, Ia menjelaskan kenaikan harga yang masih relative kecil terlihat pada komunitas daging ayam sebesar 0,03% dan tomat sayur 0,01%. Komoditas bahan pangan lain seperti cabai masih mengalami deflasi, seperti cabai merah deflasi 0,07% dan cabai rawit yang deflasi 0,03%.

            “Dengan harga-harga yang tetap terkendali sampai Oktober, kami yakini inflasi di akhir tahun tetap sesuai dengan perkiraan yaitu di bawah titik tengah plus minus 3,5%,” jelas Perry.

Deflasi September 2019

Pada September 2019, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,27%. Adapun inflasi tahun kalender pada September 2019 terhadap Desember 2018 sebesar 2,20%, sementara inflasi tahun ke tahun sebesar 3,39%.

Kepala BPS Suhariyanto mengakui turunnya harga berbagai komoditas sepanjang September 2019. Sebagian besar komoditas tersebut yaitu cabai merah, cabai rawit, ayam ras dan telur ayam ras. “Jadi bisa dilihat terjadinya deflasi lebih disebabkan penurunan harga bumbu-bumbuan dan komoditas makanan,” ujar Suharyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (1/10/2019) kepada liputan6.com.

 

ZNA

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*