Cermati Dulu Perkembangan Digital dan Implikasinya Bagi Advokat

0
68
Cermati Dulu Perkembangan Digital dan Implikasinya Bagi Advokat

Cermati Dulu Perkembangan Digital dan Implikasinya Bagi Advokat

Perkembangan teknologi dan hukum dalam era digital berimplikasi pada transformasi kehidupan advokat dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Departemen Hukum Bisnis Universitas Bina Nusantara (BINUS) bekerjasama dengan International Law Student Association (ILSA) menyelenggarakan Konferensi Nasional Hukum Bisnis yang bertajuk “Hukum Bisnis di Era Society 5.0” pada Jumat (27/11). Dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut turut menghadirkan berbagai narasumber yang berasal dari beragam latar belakang hukum yang terdiri dari unsur akademisi dan unsur praktisi. Salah satu narasumber yang turut memberikan paparan dalam kegiatan tersebut adalah Rahmat Dwi Putranto selaku Ketua Yayasan Lembaga Pengembangan Ilmu Hukum dan Manajemen (LPIHM) IBLAM dan founder sekaligus CEO LegalGo.co.id.

Dalam pemaparannya yang bertajuk “Lawyer In The Future”, Rahmat menegaskan bahwa hukum dan teknologi merupakan dua hal yang saling berhubungan satu sama lain terlebih dewasa ini perkembangan teknologi sudah begitu pesat. Sehingga kedua hal tersebut harus menjadi fokus penting bagi pelaku profesi hukum secara khusus oleh seorang advokat. “Terdapat tiga alasan bagi advokat untuk memahami perkembangan teknologi yaitu jaringan, kompetensi, dan relevansi,” ujar Rahmat.

Sehingga tidak dapat dipungkiri dewasa ini pun berkembang kemudian berkembang berbagai kombinasi dari unsur hukum dan unsur teknologi. Salah satu kombinasi dari unsur hukum dan unsur teknologi adalah legal technology. “Setidaknya terdapat 9 kategori dari legal technology meliputi marketplace, document automation, practice management, legal research, legal education, online dispute resolution, e-discovery, analytics, dan compliance,” jelas Rahmat. Ia menegaskan bahwa kehidupan advokat di masa depan akan sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi. “Terhubungnya dunia melalui internet of things menjadi salah satu alasan dalam bangunan konstruksi proses data yang dewasa ini telah terkoneksi satu sama lain,” tegas Rahmat.

Selain itu, Rahmat menegaskan bahwa dengan konstruksi proses data tersebut maka seorang advokat dapat mengulas permasalahan klien menggunakan predictive analytics berdasarkan artificial intelligence dari big data yang ada untuk mendapatkan hasil yang lebih efisien dan akurat. “Apabila seorang advokat menggunakan predictive analytics tersebut maka seorang advokat dimungkinkan memperkirakan outcome atas suatu hasil perkara, mencari solusi yang paling relevan dan akurat untuk klien, hingga mencari keterkaitan perkara dengan ketentuan hukum dan putusan yang pernah ada sebelumnya”, terang Rahmat. Sehingga Rahmat menegaskan bahwa firma hukum nantinya akan merekrut tim dari kalangan non hukum lebih banyak dari saat ini.

Rahmat juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi akan memungkinkan untuk memberikan efisiensi waktu dalam pekerjaan advokat, yaitu dengan menggunakan pertemuan dalam virtual/extended reality yang memungkinkan pertemuan dengan klien yang lebih humanis dan nyata dengan bantuan hologram dan kenyataan buatan pada masa depan. Selain itu, perkembangan teknologi tersebut akan memberikan penguatan atas jaminan kerahasiaan klien oleh advokat dimana advokat akan menyimpan dan mengirimkan dokumen rahasia untuk klien atau pihak-pihak lain berbasiskan blockchain bahkan dapat dimungkinkan pada masa depan pembayaran advokat dapat dilakukan dengan cryptocurrency.

 

KJP

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*