Gelar RUPSLB, Wijaya Karya Bangunan Gedung Rubah Susunan Direksi dan Paparkan Raihan Kontrak Baru Senilai Rp1,02 Triliun

0
24
Gelar RUPSLB, Wijaya Karya Bangunan Gedung Rubah Susunan Direksi dan Paparkan Raihan Kontrak Baru Senilai Rp1,02 Triliun

Gelar RUPSLB, Wijaya Karya Bangunan Gedung Rubah Susunan Direksi dan Paparkan Raihan Kontrak Baru Senilai Rp1,02 Triliun

Hingga Juni 2020, Perseroan telah mengumpulkan kontrak senilai Rp1,02 Triliun. Salah satu kontrak baru yang berhasil dimenangkan perseroan, yakni atas proyek Bank Indonesia (BI) di Palangkaraya dengan nilai kontrak Rp202 Miliar.

 Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) telah melakukan perombakan pengurus perseroan. Perombakan tersebut telah disetujui oleh pemegang saham perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Best Western Premier The Hive Jakarta, Selasa (28/7) kemarin. Pada RUPSLB tersebut, perseroan memberhentikan dengan hormat Destiawan Soewardjono sebagai Komisaris Utama, Ridwan Abdul Muthalib sebagai Komisaris, Adji Firmantoro sebagai Komisaris Independen, dan Rudy Hartono sebagai Direktur Operasi 1.

Setelah persetujuan RUPS, maka susunan Dewan Komisaris WEGE menjadi: Komisaris Utama Sugeng Rochadi,  Komisaris Ahmad Fadli Kartajaya, Komisaris Yulianto,  Komisaris Bambang Pramujo, Komisaris Independen Joseph Prayogo. Sementara susunan Dewan Direksi menjadi: Direktur Utama Nariman Prasetyo, Direktur Operasi 1 Bagus Tri Setyana, Direktur Operasi 2 Mochamad Yusuf, Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko Syailendra Ogan, Direktur Teknik & Pengembangan Djaka Nugraha.

Kontrak Baru Senilai Rp1,2 Triliun

Pada kesempatan yang sama, Manajemen WEGE juga memaparkan, bahwa hingga Juni 2020 perseroan telah mengumpulkan kontrak senilai Rp1,02 Triliun. Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, Nariman Prasetyo mengatakan, kontrak baru yang berhasil dimenangkan perseroan terdiri atas proyek Bank Indonesia (BI) di Palangkaraya dengan nilai kontrak Rp202 Miliar.

“Kemudian gedung Mandiri Denpasar dengan kontrak mencapai Rp110 Miliar, dan Rumah Sakit Pertamina Simprug Corona senilai Rp178 Miliar. Kontrak baru perseroan juga berasal dari proyek Rumah Sakit Antam Medika dengan nilai kontrak Rp4,8 Miliar, The Park Mall Kendari dengan nilai kontrak Rp111,7 Miliar, dan RSPJ Darurat Corona PT Pertamedika DKI Jakarta sebesar Rp60 Miliar,” ujarnya.

Nariman melanjutkan, selain itu, perseroan juga telah mengantongi proyek dari Rumah Sakit Airlangga Surabaya Corona sebanyak Rp14,1 Miliar, Rumah Sakit Corona Lamongan dengan jumlah kontrak Rp41,3 Miliar, RSCM Gedung Kiara berlokasi di Jakarta dengan nilai kontrak Rp9,7 Miliar, RS Covid-19 pulau galang dengan nilai kontrak Rp113 Miliar dan Interior Gedung BUMN. 

“Pencapaian kontrak baru ini menunjukan komposisi pasar BUMN 42 persen, pemerintah 31 persen dan swasta 27 persen,” imbuhnya.

Nariman mengungkapkan, bahwa pandemi Covid-19 ini telah menyebabkan perlambatan hampir seluruh sektor usaha di Indonesia, termasuk bisnis konstruksi gedung yang berimbas pada penurunan dan mundurnya tender-tender proyek di semester I tahun ini. “Namun, bisnis perseroan saat ini tetap berjalan dan tumbuh karena kami fokus dengan pengerjaan proyek carry over yang telah kami peroleh di tahun sebelumnya,” tukasnya.

Sebagai informasi, terkait kinerja perusahaan hingga kuartal I-2020, WEGE telah meraih laba bersih senilai Rp82,88 Miliar atau naik 6,64 persen (yoy) dari capaian laba bersih di periode yang sama tahun lalu Rp77,71 Miliar. Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan lainnya pada laba ventura bersama yang mengalami peningkatan sebesar Rp2,86 Miliar atau tumbuh 20,69 persen (yoy) dari Rp13,81 Miliar pada triwulan I-2019 menjadi Rp16,67 Miliar pada triwulan I-2020.

Kemudian, kas dan setara kas per 31 Maret 2020 sebesar Rp877,04 Miliar, total ekuitas senilai Rp2,24 Triliun dan total aset sebesar Rp5,96 Triliun. Menurut Direktur Keuangan Syailendra Ogan, pencapaian ini didasari pada komitmen untuk fokus pada peningkatan laba perusahaan salah satunya melalui pengelolaan keuangan terutama biaya dengan baik serta mampu mengendalikan kontrak-kontrak yang diperoleh melalui efisiensi pengendalian secara berjenjang dan sentralisasi.

Adapun, terkait kinerja keuangan hingga kuartal II-2020, perseroan masih dalam proses audit, sehingga belum bisa diungkap. Namun demikian, perseroan memiliki prognosis bahwa di bulan Juni secara audit penjualan dinilai akan tembus di angka Rp1,9 Triliun. Kemudian untuk rencana sampai akhir tahun, laba perseroan ditargetkan mencapai Rp138 Miliar dengan target omset kontrak hingga Desember 2020 sekitar Rp3,4 Triliun.

 

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*