IBC dan Antam Joint Venture dengan Produsen Baterai Kendaraan Listrik Asal China
“Saat ini, tahapan JV sedang menunggu persetujuan dari pemegang saham perusahaan dan regulator.”
Untuk mengerjakan proyek baterai kendaraan listrik, Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) bekerja sama dengan salah satu unit usaha produsen baterai kendaraan listrik besar asal China Contemporary Amperex Technology Co Ltd atau CATL, yaitu Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL).
Kerja sama yang berbentuk joint venture (JV) antara ketiga perusahaan tersebut bertujuan untuk membangun kawasan proyek baterai kendaraan listrik senilai Rp 85,6 triliun. Proyek tersebut mencakup kawasan penambangan nikel, bahan baku baterai kendaraan listrik, produksi baterai listrik, hingga daur ulang baterai.
Proyek ini nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 29 ribu hektar yang berlokasi di daerah Halmahera Timur, Maluku Utara. Diperkirakan prosesnya akan memakan waktu lima tahun, mulai dari 2022 hingga 2026.
“Hal ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan penggunaan bahan baku dalam negeri, dan meningkatkan penggunaan baterai untuk kebutuhan lainnya,” jelas Presiden Direktur IBC, Toto Nugroho.
Saat ini, tahapan JV sedang menunggu persetujuan dari pemegang saham perusahaan dan regulator. Adapun bahwa pemegang saham IBC terdiri dari 4 (empat) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu, Antam, Mind ID, Pertamina, dan PLN dengan komposisi kepemilikan saham sebesar 25 persen.
Dukungan pemerintah
Sebelumnya, rencana pelebaran sayap usaha CAT ke Indonesia telah beredar kabarnya sejak akhir tahun 2020. Hal ini dilanjutkan dengan ditandatanganinya framework agreement (FA) di bidang industri baterai lithium antara ANTAM, IBC, dan CBL.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, penandatanganan ini menjadi salah satu langkah untuk mewujudkan Indonesia sebagai salah satu pemain baterai lithium terbesar di dunia.
“Saya sangat bahagia karena kita akan menyaksikan penandatanganan framework kerja sama antara ANTAM dan IBC dengan konsorsium CBL,” jelasnya.
Adapun pernyataan ini dilanjutkan dengan adanya penjelasan dari Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury bahwa Pemerintah Indonesia akan memperlancar pengurusan proses perizinan lainnya terkait kerja sama ini, termasuk di dalamnya dengan mempermudah keluarnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) demi memperlancar pencapaian tujuan proyek ini.
“Kami sangat bersemangat untuk mewujudkan proyek ini untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sekaligus membawa manfaat bagi kedua negara (Indonesia dan Tiongkok),” tutur Pahala.
AA








































