Indosterling Gelar IPO di Tengah Pandemi Covid-19

0
167
Indosterling Gelar IPO di Tengah Pandemi Covid-19

Indosterling Gelar IPO di Tengah Pandemi Covid-19

Kebutuhan dana untuk pengembangan usaha merupakan salah satu faktor tingginya minat perusahaan untuk melangsungkan IPO saham di tengah pandemi Covid -19.

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan minat korporasi untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Buktinya, pada Rabu (27/5) kemarin, PT Indosterling Technomedia resmi menggelar penawaran umum perdana saham (IPO). Dilansir dari publikasi Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Indosterling menawarkan 251,30 Juta saham dengan harga penawaran Rp 160.

“Indosterling, yang akan melantai di bursa dengan sandi saham TECH, menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sedangkan PT Phillip Sekuritas dan PT Semesta Indovest Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi efek,” kata KSEI. Selasa (26/5) lalu.

KSEI mengungkapkan,  pemesanan dan pembelian saham Indosterling tidak dilakukan melalui gerai penawaran umum melainkan secara online.

“Dengan menghubungi PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek (BAE) melalui email ipo.technomedia@gmail.com,” lanjtunya.

KSEI menjelaskan, penjatahan saham Indosterling akan dilakukan pada 29 Mei 2020. Adapun distribusi saham secara elektronik akan dilaksanakan pada 3 Juni 2020.

“Pencatatan perdana saham (listing) di BEI akan dilaksanakan pada 4 Juni 2020,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Selasa (26/50 lalu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, kebutuhan dana untuk pengembangan usaha merupakan salah satu faktor tingginya minat perusahaan untuk melangsungkan IPO saham di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai referensi, dikutip dari website resmi perseroan, PT IndoSterling Technomedia merupakan perusahaan teknologi di bawah bendera IndoSterling Group.

Perusahaan yang didirikan pada 2007 itu, mengembangkan portofolio dari berbagai teknologi informasi (TI) dan perusahaan digital, serta melayani beragam pasar business to business (B2B).

Kemudian, berdasarkan laporan Ernst & Young (EY), minat IPO di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asean. Hingga akhir kuartal I-2020, Indonesia memimpin aktivitas IPO dari sisi jumlah dengan 18 perusahaan, diikuti Malaysia 6 perusahaan, Singapura 5 perusahaan, dan Thailand 2 perusahaan.

Namun, Thailand menjadi jawara dari pencapaian nilai IPO, yakni US$ 2,3 Miliar, disusul Singapura US$ 0,5 Miliar, dan Indonesia US$ 0,2 Miliar. Di Myanmar, Filipina, Sri Lanka, Maladewa, Kamboja, dan Vietnam tak ada aktivitas IPO selama kuartal I-2020.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*