Ingin Menyusun Akad Transaksi Syariah, Ini Tips Agar Terhindar dari Kegagalan

0
25
Ingin Menyusun Akad Transaksi Syariah, Ini Tips Agar Terhindar dari Kegagalan

Ingin Menyusun Akad Transaksi Syariah, Ini Tips Agar Terhindar dari Kegagalan

Islamic finance sifatnya terus bergerak, sesuai dengan sifat fiqih maka yang harus terus dilakukan adalah banyak membaca buku, membaca fatwa terbaru, dan memahami fiqih.

Perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia beberapa tahun kebelakang ini mengalami peningkatan. Berdasarkan Global Islamic Finance Report (GIFR) Indonesia menempati peringkat pertama dengan capaian skor 81,93 pada Islamic Finance Country Index (IFCI) 2019. Capaian ini membuktikan bahwa ekonomi syariah saat ini menjadi arus baru bagi arus perekonomian global. Keberhasilan ini tentu harus tetap dipertahankan dengan adanya pemahaman kuat khususnya dari advokat di sektor islamic finance terkait dengan penyusunan akad transaksi syariah atau sharia contract drafting.

Mirza A. Karim, Partner Karimsyah Law Firm, menjelaskan untuk menjadi advokat yang memahami dengan baik sharia financing and transaction harus terlebih dahulu untuk memiliki minat yang tinggi terhadap hukum ekonomi syariah. Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti pelatihan-pelatihan sharia contract drafting dan memperbanyak terjun langsung ke lapangan.

Adapun ia menjelaskan beberapa hal penting yang harus diketahui advokat islamic finance dalam melakukan penyusunan akad syariah, diantaranya :

Pertama, menguasai undang-undang.

Mirza menjelaskan bahwa hal ini merupakan langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang advokat. Dengan demikian, advokat bisa mengetahui jenis-jenis akad yang akan dibuat olehnya.

Kedua, menguasai fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Kepada kliklegal Mirza juga menyebutkan advokat di sektor islamic finance harus proaktif untuk mengikuti kajian-kajian fatwa yang diselenggarakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI). “Hal ini bertujuan agar seorang advokat dapat mengetahui dan memahami dengan baik isi pasal dalam perundang-undangan,” ujarnya.

Ketiga, mempelajari fiqih.

Ia mengatakan bahwa mempelajari fiqih adalah kunci utama dalam memahami sharia contract drafting. Dengan memulai mempelajari fiqih dasar, advokat yang bergerak di sektor islamic finance dapat melihat maqashid syariah atas permasalahan yang dihadapi untuk kemudian dapat menyusun akad syariah dengan pemahaman yang kuat.

“Fiqih itu itu kan sesuatu yang terus bergerak yang dinamis, tapi dia memiliki benang merah yang sama dengan apa yang dimaksud dengan syariah. Maka dari itu pentingnya disitu,” ucap Mirza pada Senin (31/8).

Sebagai informasi, ia juga menyebutkan hal yang perlu diperhatikan seorang advokat islamic finance dalam menghadapi salah satu transaksi dalam ekonomi syariah yaitu murabahah atau perjanjian jual-beli, yaitu akad wakalah. Akad wakalah dalam bahasa adalah pendelegasian atau pemberian kuasa. “Dalam akad wakalah ini adanya pelimpahan kekuasaan dari pihak pertama kepada pihak kedua di mana pihak yang diberi kuasa hanya melaksanakan sesuatu terbatas pada kuasa atau wewenangan yang diberikan oleh pihak pertama,” ungkapnya. Dalam jual-beli, akad wakalah ini bertujuan untuk menghindari terjadinya pembayaran pajak yang berkali-kali antara bank-produsen-konsumen. 

 

AR

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*