Ini Tips Membuat Legal Memo Bagi Junior Lawyer

0
110

Memposisikan diri diantara dua pihak merupakan hal penting dalam menyusun legal memo

Legal memorandum atau yang biasa disebut legal memo bertujuan untuk memberikan informasi dari hasil penelitian dan analisis hukum kepada sesama profesional hukum dengan sudut pandang klien agar dapat membantu klien mengambil keputusan. John C. Kleefeld, seorang asisten professor di University of Saskatchewan College of Law, Canada memberikan beberapa tips untuk menyusun legal memo khususnya untuk Junior Lawyer dalam artikelnya yang berjudul “Write Me A Memo”.

Dalam menulis legal memo, terdapat 4 jenis reasoning dalam analisis yang dapat digunakan yaitu rule-based, analogical, narrative, dan policy-based. Hal penting yang juga harus diperhatikan dalam membuat legal memo yaitu penulisan yang baik, pemilihan kata, gaya penulisan yang tepat, cara mengutip yang benar, dan terutama penyampaian yang tepat waktu. Berikut beberapa tips dalam membuat legal memo.

  1. Posisikan diri diantara kedua belah pihak

Jika melihat subjek yang dituju dan tujuan dibuatnya, legal memo harus bersifat seimbang dan objektif. Penulis harus benar-benar akurat dalam menjelaskan aturan hukumnya. Hal ini berbeda dengan metode penulisan hukum lainnya seperti berkas atau fakta persidangan dimana tujuannya berusaha untuk memberi “keyakinan”. Salah satu cara untuk menguji objektivitas Anda: apakah memo Anda pada dasarnya sama jika Anda menulisnya untuk pihak lawan? Jika demikian, Anda kemungkinan menemukan keseimbangan yang tepat.

  1. Pilih metode yang tepat

Metode yang sering digunakan dalam membuat legal memo yaitu IRAC (issue-rule-application-conclusion). Berangkat dari adanya isu hukum, lalu sangkutkan dengan aturan yang relevan (“aturan” mencakup semua proposisi hukum, apakah berdasarkan undang-undang atau yurisprudensi, konsisten atau bertentangan), dan menerapkan aturan-aturan tersebut pada masalah untuk mencapai kesimpulan.

Selain itu dikenal pula metode FILAC (facts-issues-law-analysis-conclusion) yang mengutamakan pentingnya fakta dalam suatu isu hukum. Juga metode lainnya yang dapat digunakan jika bersumber dari putusan pengadilan yaitu facts, first-instance decision, mid-level appellate decision, issues on appeal dan sebagainya.

  1. Tentukan isu hukum yang tepat

Penggambaran isu hukum menjadi hal krusial dalam penulisan legal memo. Isu hukum yang baik adalah bagaimana cara merajut fakta dan hukum. Rumus yang digunakan adalah melihat fakta dan hukum dan membuatnya dalam bentuk pertanyaan. Meskipun terkadang Anda melihat masalah hukum atau fakta murni salah satunya saja.

Untuk memo yang lebih informatif, cobalah lakukan analisis: akankah pihak-pihak yang berlawanan mengkarakterisasi masalah dengan cara yang sama? Jika tidak, maka sebaiknya perlu menganalisis kembali isu yang diperlukan. Namun jika jawaban atas pertanyaannya adalah ya, Anda harus menyampaikan strategi yang akan dan dapat dilakukan oleh para pihak. Sehingga strategi tersebut dapat dilakukan di kemudian hari.

  1. Pilih aturan hukum yang relevan

Setelah mengidentifikasi dan menggambar isu hukum, kaitkan dengan aturan hukum yang relevan. Jika aturan tersebut ada dalam konstitusi, undang-undang atau peraturan lainnya, mulailah dengan aturan yang paling relevan. Sertakan teks lengkap dari ketentuan tersebut sehingga Anda tidak memaksa pembaca untuk mencarinya di tempat lain.

Untuk memperdalam pemahaman pembaca, Anda dapat mengutip putusan pengadilan tentang isu terkait dan bagaimana hakim memutusnya. Juga perlu dijelaskan apabila hakim tidak menggunakan dasar hukum yang Anda gunakan pada isu tersebut.

  1. Jangan lewatkan bagian analisis

Banyak orang yang melewatkan bagian analisis, lompat dari penjabaran aturan hukum langsung kepada kesimpulan. Hal ini membuat pembaca tidak mengerti alasan atau dasar dibuatnya kesimpulan. Untuk itu, penulis dapat menggunakan rule-based, analogical, narrative, dan/atau policy-based.

Analisis dengan metode rule-based menciptakan struktur dasar untuk membahas undang-undang dan kasus. Penalaran dengan analogi atau disanalogi juga penting ketika ada referensi kasus lain yang dapat membantu atau bahkan menjatuhkan kasus klien Anda. Meskipun ini adalah jenis alasan yang paling penting dan sering digunakan dalam membuat memo atau factum hukum, Anda harus dapat menggunakan semua jenis di atas saat diperlukan.

Harus diingat, yang terpenting dalam membuat legal memo ialah harus seimbang. Pilih metode penalaran Anda, analisis fakta dan hukum dan melihatnya dari berbagai sudut pandang.

 

ZNA

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*