Jakarta Kembali PSBB, Ekonomi Kuartal III Hingga IV Diprediksi Bakal Jatuh

0
145
Jakarta Kembali PSBB, Ekonomi Kuartal III Hingga IV Diprediksi Bakal Jatuh

Jakarta Kembali PSBB, Ekonomi Kuartal III Hingga IV Diprediksi Bakal Jatuh

Jakarta kembali memperlakukan PSBB total, para Ekonom memprediksi dampak PSBB ini  akan membuat ekonomi negatif yang terkontraksi minus di atas 2% pada kuartal III berlanjut hingga kuartal IV.

DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total setelah proses transaksi gagal. Kebijakan ini dapat dipastikan berdampak signifikan pada kegiatan ekonomi di tengah masa pandemi. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, menilai kebijakan yang diambil Gubernur Anies Baswedan ini dapat memperpanjang resesi setidaknya hingga akhir tahun. Bhima sendiri berpendapat PSBB total ini akan berpengaruh terhadap semua faktor pendorong ekonomi. “Dampak PSBB yang ketat pasti akan membuat ekonomi negatif dalam kuartal ke III hingga berlanjut kuartal IV,” kata Bhima.

Selain Bhima, Pengamat ekonomi dan pasar keuangan juga menilai ekonomi Indonesia bakal terkontraksi lebih dalam setelah Jakarta PSBB total. Sebelumya, Ekonom Mirae Sekuritas, Anthony Kevin sendiri memprediksi ekonomi Indonesia pada kuartal III 2020 akan terkontraksi minus 1%, namun setelah diadakan kebijakan PSBB total di Jakarta Kevin memprediksi ekonomi akan  terkontraksi lebih dari 1%, karena Jakarta memiliki porsi sekitar 18%. “Kami memprediksi ekonomi akan terkontraksi minus di atas 2% pada kuartal III,” ucap Kevin.

Ekonomi yang diprediksi bakal jatuh lebih dalam lagi juga tidak terlepas dari alasan karena ditutupnya beberapa sektor perekonomian saat PSBB total nanti. Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 33 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB Jakarta)  hanya ada 11 sektor dunia usaha yang dikecualikan. Sektor usaha ini tetap diizinkan beroperasi, sementara sektor lain diminta untuk bekerja dari rumah lagi.  Sektor usaha yang dikecualikan tersebut diantaranya adalah Kesehatan, bahan pangan, komunikas dan teknologi informasi serta keuangan.

PSBB Total ini akan mulai diberlakukan pada 14 September mendatang, yang mana hal ini disampaikan dalam tayangan langsung di akun YouTube resmi Pemerintah Provinsi Jakarta pada Rabu malam, 9 September 2020. “Kami sepakat tarik rem darurat dan kita akan menerapkan PSBB seperti di awal lagi,” kata Gubernur Jakarta, Anies.

Tentunya hal ini dilakukan melihat kondisi dan kasus Covid-19 yang terus berkembang serta fasilitas rumah sakit yang dianggap telah darurat.  “Dalam rapat disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan PSBB seperti pada masa awal pandemi dulu. Bukan lagi PSBB transisi tapi kita harus melakukan PSBB sebagaimana masa awal dulu,” tutur Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

 

TM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*