Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Peningkatan Mutu PPKL

0
0
Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Peningkatan Mutu PPKL

Kementerian Koperasi dan UKM Dorong Peningkatan Mutu PPKL

PPKL dituntut agar mengikuti pelatihan dan uji kompetensi agar mendapatkan sertifikat keahlian. Sehingga menjadi nilai plus bagi PPKL sebagai pendamping. 

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong Petugas Penyuluh Koperasi Lapangan (PPKL) untuk memiliki sertifikat kompetensi dalam melakukan tugasnya. Imbauan ini ditujukan untuk menghadapi tantangan koperasi ke depannya yang lebih kompleks. Selain itu, pendamping yang profesional dan dapat mengikuti tuntutan perkembangan zaman sangatlah dibutuhkan.

“Era saat ini dituntut lebih profesional, karena PPKL adalah tenaga pendamping yang dituntut profesionalisme untuk melakukan pendampingan, penyuluhan, pendataan, serta dapat memberikan alternatif solusi terhadap permasalahan yang dihadapi koperasi,” ujar Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, dalam pelatihan PPKL di Hotel Royal Padjajaran, Bogor, Pada Selasa (27/4).

Selain keharusan tersebut, Ahmad juga meminta PPKL untuk mengidentifikasi dan profiling koperasi-koperasi, terutama sektor riil di wilayahnya, diusulkan untuk dijadikan calon koperasi modern dengan memperhatikan kriteria dan parameter koperasi modern. 

Kriteria dan parameter tersebut antara lain meliputi daftar anggota berbasis elektronik, rekrutmen anggota secara digital, manajemen profesional, Rapat Anggota Tahunan (RAT) daring, orientasi usaha berbasis bisnis (hulu-hilir), pelayanan anggota secara digital, memiliki situs web, inklusif terhadap perkembangan usaha, serta standarisasi akuntansi yang transparan dan akuntabel.

Pada kesempatan yang sama, Ahmad juga meminta PPKL untuk mengikuti pelatihan dan uji kompetensi. Sebab, sertifikat keahlian yang dimiliki oleh PPKL menjadi nilai plus bagi PPKL sebagai pendamping. Hal ini menjadi perlu mengingat PPKL yang harus menjadi motor penggerak dan agen perubahan (agent of change) dan berperan aktif mengajak masyarakat pelaku UMKM menjadi anggota koperasi. Tujuannya adalah agar UMK menjadi kuat dalam menghadapi kesulitan ekonomi, lebih-lebih pada saat pandemi seperti ini. 

Lebih lanjut, Ahmad menyinggung mengenai pengembangan koperasi. Berdasarkan penuturannya, koperasi multi pihak saat ini sedang dipersiapkan regulasinya.  Setelahnya,  tugas lebih besar yang menanti adalah bagaimana perusahaan koperasi dapat melakukan spin-off untuk mengembangkan koperasi dengan multi bisnis, namun tetap berbadan hukum koperasi.

“Pada akhirnya juga menampilkan wajah koperasi modern yang memberikan manfaat dan kesejahteraan kepada seluruh anggotanya, dan juga melakukan merger atau amalgamasi bagi koperasi-koperasi yang skalanya kecil agar menjadi lebih kuat,” tegas Ahmad.

NM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*