Merger Gojek dan Tokopedia Bisa Melanggar Persaingan Usaha?

0
0
Merger Gojek dan Tokopedia Bisa Melanggar Persaingan Usaha?

Merger Gojek dan Tokopedia Bisa Melanggar Persaingan Usaha?

Adanya potensi isu persaingan usaha dari merger Gojek dan Tokopedia, seperti Tokopedia yang akan menggunakan layanan antar dari gojek.

Rencana merger Gojek dan Tokopedia menjadi fenomena yang ramai diberitakan terutama jika ditinjau dari hukum persaingan usaha. Chandra Setiawan selaku Komisioner Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Udin Silalahi selaku Dosen Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan juga turut membahas permasalahan ini.

“KPPU berkedudukan dalam mengendalikan agar merger atau akuisisi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan agar tidak berdampak negatif pada persaingan usaha, terutama apabila berdampak juga terhadap perlindungan konsumen,” ucap Chandra dalam webinar bertajuk Isu Hukum Persaingan Usaha Atas Rencana Merger Gojek dan Tokopedia, Pada Selasa (27/04).

Kemudian, Chandra menjelaskan ketentuan notifikasi merger dan akuisisi ke KPPU yang terdiri dari 3 poin penting, yaitu memenuhi batasan nilai (threshold), merger dan akuisisi bukan antara perusahaan terafiliasi, serta adanya perubahan pengendalian.

“Kewajiban notifikasi merger dan akuisisi ke KPPU diatur dalam Pasal 7 Peraturan KPPU Nomor 3 Tahun 2019, yang terdiri dari dua tahap, konsultasi yang berlangsung selama tanggal Merger dan Akuisis berlaku efektif secara yuridis dan yang kedua notifikasi selama maksimal 30 hari, namun selama pandemi diperpanjang menjadi 60 hari.” Jelas Chandra.

Sebagai platform digital, Chandra menjelaskan bahwa Gojek dan Tokopedia memiliki model bisnis berupa data untuk mengembangkan usaha, namun keberadaan big data biasanya akan meningkatkan daya saing. Sehingga pendatang baru akan sulit untuk bersaing karena tidak memiliki basis pengguna yang besar.

Karakter multi sided market dalam platform digital akan memberikan peluang adanya dominansi pada satu sisi pasar yang digunakan untuk melakukan perilaku anti persaingan di sisi pasar yang lainnya. Maka perlu pengaturan yang terintegrasi terhadap data digital yang melibatkan hukum persaingan, perlindungan konsumen, dan perlindungan data pribadi.

Selanjutnya, Chandra juga menyebutkan adanya potensi isu persaingan usaha dari merger Gojek dan Tokopedia, seperti Tokopedia yang akan menggunakan layanan antar dari gojek.
Akibatnya membuat semakin banyaknya pihak penjual dan konsumen yang akan memilih jenis layanan Gosend atau GoBox. Sehingga jasa layanan pengiriman lain berpotensi tersingkir. Kemudian adanya big data dimana potensi penggabungan merchant dan konsumen dari dua perusahaan ini akan mendominasi di marketplace.

Sejalan dengan itu, Udin silalahi juga mengungkapkan bahwa dalam fenomena ini hukum persaingan usaha menjadi salah satu pasal penting dan unik yang tujuannya sendiri adalah untuk mencapai efisiensi dan pertumbuhan.

“Namun permasalahan dari perusahaan-perusahaan yang merger dengan masif di pasar biasanya mengambil alih perusahaan-perusahaan startup, sehingga jika merger tidak didukung threshold dan analisis yang memenuhi pada akhirnya akan berdampak kepada pasar. Apalagi saat ini Pemerintah sedang menggalakkan digital market kepada UMKM dan perusahaan mikro kecil sehingga merger perusahan besar dapat membuat usaha kecil kalah bersaing.” Ungkap Udin.

Selain itu Udin juga menilai, big data merupakan hal yang harus dibahas lebih dalam. Dikarenakan keberadaan big data sebagai parameter kekuatan pasar dimana kepemilikan big data dapat membuat hambatan masuk pasar dan meningkatkan kekuatan pasar suatu pelaku usaha.

“Penggunaan data memang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan memperkuat pasar sehingga pemain baru akan terhambat, selain itu data juga menimbulkan kolusi karena data begitu transparan bagi supplier yang dapat menghambat persaingan dan dapat mengakibatkan anti kompetitif juga.” jelas Udin.

 

SA

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*