Ketergantungan Indonesia Terhadap Impor Alat Kesehatan Masih Tinggi

Meski begitu, produsen lokal sudah ada yang mengekspor produknya ke luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

0
461
Ilustrasi Alkes. Sumber Foto: https://pixabay.com/

Ketua Umum Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) Ade Tarya Hidayat mengatakan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap impor alat kesehatan (alkes) masih tinggi.

Menurut Ade, apabila merujuk data izin edar yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 8% (966 izin) merupakan alat kesehatan dalam negeri, sedangkan sebesar 92% (10.893 izin) merupakan alat kesehatan impor dari sejumlah negara. (Baca Juga: Industri Farmasi dan Alkes Wajib Utamakan Bahan Baku Lokal).

“Total dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara,-red) yang dialokasikan untuk belanja alkes mencapai Rp17 triliun per tahun,” ujar Ade saat press conference pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium di Jakarta, Rabu (13/12).

Ia mengakui produksi alkes dalam negeri memang masih terbatas dengan teknologi menengah dan rendah, namun kualitas produknya tidak kalah dari produk dari luar negeri, termasuk Tiongkok. Bahkan, produsen lokal sudah ada yang mengekspor produknya ke luar negeri, termasuk ke Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.

“Ini artinya, produsen alkes Indonesia telah mampu memenuhi standar kualitas yang disyaratkan dunia internasional. Mereka banyak yang beli produk kita. Jadi, tak ada alasan bagi industri kesehatan dalam negeri untuk tidak membeli apalagi meragukan kualitas alkes produksi dalam negeri,” tegasnya.

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah produsen Alkes dalam negeri meningkat dari 215 perusahaan di tahun 2016 menjadi 226 perusahaan di tahun 2017. Meskipun demikian, lanjut Ade, agar pertumbuhan ini lebih cepat perlu dibantu dengan sejumlah langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah. (Baca Juga: Distributor Alat Kesehatan Sulit Sesuaikan Harga Melalui Lelang E-Katalog).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua umum Perkumpulan Organisasi Perusahaan Alat-alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Sugihadi menuturkan pihaknya mengajak perusahaan anggotanya untuk bertransformasi menjadi produsen alat kesehatan dalam negeri. Untuk mendukung hal tersebut, Gakeslab berencana membuat program inkubator.

“Dalam hal ini bertepatan dengan rakernas yang diadakan oleh Gakeslab dengan tema transformasi Gakeslab untuk menjadi PROFIT. Profit ini singkatan dari Profesional Berintegritas,” ujarnya.

Sugihadi melanjutkan Gakeslab berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan keselamatan pasien dalam pengadaan alat kesehatan di Indonesia. Menurutnya, pentingnya penyaluran alat kesehatan yang menjamin keselamatan pasien adalah hal yang utama.

“Tanggung jawab pengusaha dalam pengadaan alkes berkualitas hingga ke pemeliharaan. Bukan hanya itu, distribusi alat kesehatan juga harus memenuhi persyaratan A sampai Z (sesuai standar dan persyaratan,- red) dan sangat penuh perhatian. Penyedia alat, bertanggung jawab dalam penyediaan Alkes aman sampai ke tangan user dan ke pasien,” katanya. (Baca Juga: Terkait E-Katalog Alkes, LKPP Minta Pengusaha Berterus Terang Soal Harga).

Lebih lanjut, Sugihadi menjelaskan sejak tahun 2014 pihaknya telah mensosialisasikan pentingnya penyaIuran Alkes yang menjamin keselamatan pasien terkait Permenkes 4/2014 tentang Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik (CDAKB). Namun, hingga saat ini baru sekitar 87 perusahaan yang tersertifikasi CDAKB.

“CDAKB sendiri akan berguna untuk memastikan pengadaan alat kesehatan yang aman, berkualitas, dan terpercaya dan sesuai regulasi. Perusahaan yang menerapkan CDAKB menempatkan keselamatan pasien sebagai haI yang utama,” ujar Sugihadi.

Oleh karena itu, Sugihadi meminta kepada pemerintah agar tidak menitikberatkan pada harga murah, sehingga kurang memperhatikan kualitas dan keamanan yang akhirnya akan berisiko pada pelayanan yang tidak baik bagi masyarakat.

(PHB)

===================================================

Artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan isu “Aspek Legal Alat Kesehatan” dapat disimak di tautan ini.

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*