Maria Sagrado, Negosiator Andal yang Punya Andil Dalam Pembentukan POJK Fintech Pertama di Indonesia

0
274
Maria Sagrado, Negosiator Andal yang Punya Andil Dalam Pembentukan POJK Fintech Pertama di Indonesia

Maria Sagrado, Negosiator Andal yang Punya Andil Dalam Pembentukan POJK Fintech Pertama di Indonesia

Hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang negosiator adalah memberikan jalan keluar atas permasalahan yang tidak merugikan kedua belah pihak.

Mengawali karirnya sebagai seorang corporate lawyer dan juga seorang negosiator, Maria Sagrado bercerita bahwa ia sempat dilema akan dua pilihan karir: menjadi lawyer atau menjadi teller bank. Kepada Kliklegal ia mengungkapkan bahwa selepas lulus dari Fakultas Hukum Universitas Airlangga, ia telah menerima tawaran untuk magang di Gani Djemat & Partners Surabaya. Di sisi lain, ia juga melihat bahwa bekerja di bank akan tetap membawanya ke dunia hukum. Meskipun demikian, ia akhirnya memiliki untuk magang di firma hukum Gani Djemat & Partners Surabaya.

“Namun saya berpikir, jika memang saya ingin meniti karir di (bidang) hukum maka saya harus bekerja di law firm supaya saya lebih berkembang. Jadi saya akhirnya memilih untuk magang di Gani Djemat,” ceritanya kepada Kliklegal pada Rabu (28/10).

Setelah tiga bulan mempelajari banyak hal berkenaan dengan hukum, Maria memantapkan diri untuk melanjutkan karirnya menjadi lawyer di firma hukum yang berbeda. Ia bercerita perjalanannya sampai diterima di Makarim & Taira S. melalui banyak penolakan dari beberapa law firm lainnya. “Waktu itu saya juga interview (di Makarim dan Taira S.) karena melihat iklannya di koran. Dari situ saya ikut interview dan test mereka. Tapi sebelum itu ada beberapa law firm yang memanggil interview namun saya gagal,” ucap Maria.

Setelah masuk di kantor hukum Makarim & Taira S. dengan posisi sebagai trainee, ia mulai mengetahui bahwa dunia hukum sangat luas dengan berbagai macam kasus-kasus menarik yang ditangani. Dengan bantuan para mentor yang juga merupakan partner di kantor hukum tersebut, Maria mulai mempelajari berbagai practice area yang terdapat dalam kantor hukum tersebut.

“Saya mempunyai beberapa mentor dan setiap mentor memiliki expertise yang berbeda. Ada yang oil and gas, ada yang corporate, ada yang banking and finance, dan di Makarim ada perputaran. Jadi, semua intern akan mendapatkan berbagai macam kesempatan dan melihat lawyer bernegosiasi,” ungkapnya.

Berpengalaman dalam bernegosiasi untuk klien luar negeri maupun dalam negeri

Keahliannya dalam bernegosiasi dan menciptakan solusi atasnya membuat Maria piawai dalam mewakili klien baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia. Pengalamannya tersebut yang membuatnya disebut memiliki ‘extensive high level experience in structuring foreign investment and financial transactions.’

Ia menyebutkan bahwa dalam bernegosiasi, hal yang diharapkan adalah terwujudnya win-win solution. Hal terpenting yang harus dimiliki oleh seorang negosiator adalah memberikan jalan keluar atas permasalahan yang tidak merugikan kedua belah pihak.

Ia pun juga menyebutkan bahwa sebagai negosiator tidak boleh untuk memaksakan kehendak atas kemauan klien kepada counterpart atau klien di pihak lain. “Saya tidak terlalu memaksakan, karena apabila memaksakan akan deadlock. Jadi kita sama-sama win-win solution. Dalam negosiasi bukan kita one-side namun berdiskusi, seperti musyawarah mufakat,” jelasnya.

Selanjutnya ia juga menyebutkan bahwa attitude merupakan salah satu hal yang sulit untuk dihadapi oleh seorang negosiator. Terkadang sering ia dapati diskusi yang alot dikarenakan pihak lawan yang sulit untuk diberi masukan. “Mereka akan push kita, memaksakan point mereka,” ucapnya.

Oleh karena itu untuk menghindari diskusi yang alot, Maria menyebutkan bahwa sebagai negosiator harus terlebih dahulu untuk mengadakan internal discussion dengan klien terkait poin-poin yang ingin dicapai dalam negosiasi ini. Banyak komunikasi dengan klien dan diskusikan strateginya, kemudian mempersiapkan plan A, plan B, plan C. Internal discussion itu juga sangat penting karena itu berkaitan dengan strategi kita bernegosiasi dengan pihak lawan,” jelasnya.

Turut serta dalam pembentukan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan pertama mengenai Fintech

Maria Sagrado juga ikut dalam pembentukan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi atau yang sering disebut dengan POJK Fintech. Peraturan ini merupakan ketentuan mengenai fintech yang pertama dikeluarkan oleh OJK. Hal ini dilatarbelakangi oleh kehadiran Asosiasi FinTech Indonesia (Aftech) yang ditunjuk oleh OJK sebagai asosiasi penyelenggara fintech di Indonesia.

Maria menceritakan bahwa dirinya sebagai wakil dari kantor hukum Makarim & Taira S. andil dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh OJK dan Aftech . “Ini kan barang baru ya (fintech), business model baru jadi dari pemerintah yaitu OJK sudah membuat peraturan kemudian dari playernya (Aftech dan masyarakat) akan memberikan masukan akan hal di lapangan,” tutur Maria.

Adapun ia juga menyebutkan bahwa POJK Fintech yang telah berlaku saat ini sudah mengatur fintech dengan baik. Meskipun demikian, pengaturan ini tetap harus mengikuti perubahan-perubahan yang mungkin akan terjadi dalam transaksi fintech di Indonesia. “Maka apabila pertanyaan sudah baik kah peraturan yang sekarang, ya sudah baik namun apabila kedepan pasti memerlukan perkembangan-perkembangan,” tuturnya.

Dukungan keluarga hal yang utama untuk menjadi seorang lawyer

‘Sulit untuk membagi waktu’ merupakan kata-kata yang terucap oleh Maria pada saat Kliklegal bertanya mengenai membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga juga pertemanan. Tuntutan pekerjaan yang banyak ditambah waktu dalam sehari yang hanya tersedia 24 jam menjadi tantangan bagi seorang lawyer untuk bisa membagi waktu antara karir dan kehidupan pribadi. Meskipun demikian, Maria mengatakan bahwa dukungan dari keluarga merupakan hal yang utama.

“Jadi dukungan keluarga sih, suami saya terutama,” ungkapnya. Ia juga menyebutkan bahwa ditengah kesibukannya sebagai corporate lawyer, Maria selalu menyempatkan quality time bersama anak-anaknya. “Karena saya pulang malam, saya harus bangun pagi untuk saya bisa ketemu dengan anak-anak saya. Saya selalu mengantar anak-anak saya ke sekolah supaya saya bisa ketemu dengan mereka. Pulang seberapa malamnya, saya sempatkan untuk ketemu anak. Itu dukungan keluarga,” tutupnya.

 

AR

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*