Maurice Situmorang, Corporate Lawyer yang Masih Aktif Menjadi Gamers

0
586
Maurice Situmorang, Corporate Lawyer yang Masih Aktif Menjadi Gamers

Maurice Situmorang, Corporate Lawyer yang Masih Aktif Menjadi Gamers

Alasan tetap bermain games sampai sekarang adalah sebagai penyegaran dan katalisator. Ada unsur berpikir dan strategi dari bermain games yang bisa diterapkan ketika bekerja menjadi lawyer.

Berangkat dari dukungan keluarga, khususnya dukungan dari seorang ayah yang aktif menjadi lawyer di bidang Pertanahan pada tahun ‘80an hingga ‘90an, Maurice Maulana Situmorang memutuskan untuk terjun ke dalam dunia hukum. Partner di Dentons Hanafiah Ponggawa & Partners (Dentons HPRP) ini mulai menekuni dunia hukum saat ia diterima menjadi mahasiswa di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kepada Kliklegal Maurice mengatakan bahwa dunia hukum merupakan dunia baru baginya. Hal ini dikarenakan saat lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) ia mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan dulunya ia bercita-cita ingin menjadi dokter. 

Ia tertarik pada dunia hukum berdasar pada kesukaannya apabila diberikan berbagai jenis pertanyaan dan terlibat dalam diskusi. Kemudian ia semakin tertarik lagi karena kunci utama untuk menguasai ilmu hukum adalah membaca dan mengerti konteks dari tulisan yang dibaca. Hal itu diterapkan ketika ia menjadi konsultan hukum, klien akan bertanya mengenai permasalahannya dan mencari jalan keluar atas permasalahannya. 

“Kalau ingin menjadi lawyer harus suka bergelut dengan permasalahan dan pertanyaan. Kredo luar biasa yang saya ingat dari Profesor Hafni (guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia) adalah ketika ada suatu persoalan jangan hanya melihat konteks permasalahan di permukaan saja namun melihat juga konteks permasalahan secara mendalam,” ungkapnya pada Rabu (19/08).

Menilik kegemarannya pada dunia gaming, Maurice sampai saat ini masih aktif mengikuti turnamen game. Menurut lawyer yang ekspertise di bidang natural resources ini terdapat kesamaan antara bermain game dan dunia hukum. Lantaran permainan game yang ia sukai adalah game yang terdapat unsur berpikir dan membuat strategi. Sebagai corporate lawyer teknik berpikir dan membuat strategi pasti dibutuhkan dalam pemecahan masalah klien. 

“Terdapat hubungannya antara bermain game dan dunia hukum yaitu bagaimana ketika kita applying strategi yang satu pada saat gaming dan yang satu pada saat kita memberikan service kepada klien,” tuturnya 

Ia menambahkan, konteks yang membuat adanya kemiripan antara saat menjadi gamer dan saat menjadi lawyer yaitu sama- sama harus dapat memecahkan permasalahan. Ketika menjadi lawyer harus bisa memecahkan permasalahan yang klien bawa dan menginterpretasikannya sesuai dengan peraturan yang berlaku supaya tetap dalam koridor hukum. Konteks berpikir dan membuat strategi ini yang kemudian dapat diaplikasikan oleh Beliau sebagai corporate lawyer. 

Atas kemampuan ini, Maurice Situmorang sukses dalam membantu kasus kliennya yaitu salah satu perusahaan nikel asal Indonesia agar IPO-nya dapat masuk ke Bursa Efek Singapura. Ia mengerjakan kasus tersebut dalam kurun waktu tiga tahun. Baginya parameter keberhasilan seorang lawyer bukanlah berdasarkan kuantitas keberhasilan pekerjaan, melainkan berdasarkan kualitas keberhasilan yang dihasilkan dari kasus yang ditanganinya. 

“Bagusnya atau enggak-nya lawyer itu bukan ketika transaksi selesai tapi ketika bagaimana ketika terjadi dispute. Agreement atau dokumen-dokumen yang dibuat bisa nggak memproteksi klien nanti ketika ada dispute,” ujarnya. 

Hal yang menginspirasi dari sosok Maurice adalah keinginannya untuk bisa menjadi lawyer di bidang natural resources yang disenangi klien dan menjadi tujuan atau tempat bersandar klien. Baginya, rasa bangga akan muncul ketika ia bisa membantu kliennya mulai dari nol sampai kliennya sukses besar. Adapun prinsip yang dipegang teguh olehnya yaitu disiplin. Menurutnya disiplin diri ini bisa dimulai dari membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dengan kehidupan sehari-hari. 

“Hal ini (pendisiplinan diri) sebagai penilaian internal juga untuk performance para lawyer. Itu satu hal yang apabila (diri sendiri) tidak didisiplinkan, sulit untuk dapat menjadi lawyer dengan performa yang maksimal,” tutup Maurice.

 

AR.

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*