OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Ini Indikatornya

0
12
Penerapan e-IPO Dinilai akan Berdampak Positif Terhadap Emiten Ritel Karena Mendorong Proses yang Lebih TransparanPenerapan e-IPO Dinilai akan Berdampak Positif Terhadap Emiten Ritel Karena Mendorong Proses yang Lebih Transparan

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Stabil, Ini Indikatornya

OJK juga akan terus memperluas akses pembiayaan digital untuk UMKM sebagai daya ungkit bagi kegiatan perekonomian secara menyeluruh serta melanjutkan kebijakan stimulus melalui sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan akan terus menjaga sektor jasa keuangan agar stabil dan terus mendorong upaya pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Selain itu, memperkuat infrastruktur pengawasan sektor jasa keuangan dengan mengeluarkan berbagai ketentuan pengawasan sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi di industri jasa keuangan.

 “Serta dukungan pertumbuhan ekonomi nasional dan kebijakan anti pencucian uang dan pembiayaan terorisme,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam keterangan resmi, Jumat (26/3).

Sejak awal tahun hingga Maret ini, OJK sudah mengeluarkan 7 Peraturan OJK (POJK) dan 10 Surat Edaran OJK (SEOJK) kepada industri jasa keuangan mengenai berbagai ketentuan di industri pasar modal, perbankan, dan IKNB. Tujuannya untuk menjaga sektor usaha dan stabilitas sistem keuangan.

“Upaya pemulihan ekonomi akan berjalan dengan baik jika semua pihak tidak berjalan sendiri namun senantiasa melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak/lembaga terkait dalam mengeluarkan kebijakan”, tambah Wimboh.

PJOK itu mengatur tentang kebijakan dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal Akibat Penyebaran Covid-19, PJOK tentang Ahli Syariah Pasar Modal dan PJOK tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal, PJOK tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 34/POJK.03/2020 tentang Kebijakan bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sebagai Dampak Penyebaran Covid-19.

Selanjutnya OJK akan terus memberikan dukungan dengan mengeluarkan kebijakan demi mendorong bangkitnya sektor usaha yang dapat memberi efek ganda bagi pemulihan ekonomi. Juga memperluas akses pembiayaan digital bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan perekonomian secara menyeluruh.

“Sektor jasa keuangan sangat siap untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor yang memberikan dampak besar bagi penciptaan lapangan kerja dan perekonomian nasional”, ucap Wimboh.

Kebijakan yang sudah disusun senantiasa disempurnakan melalui penguatan koordinasi dengan pemangku kepentingan baik dari pemerintah. Bank Indonesia dan LPS untuk mengidentifikasi akar permasalahan, antara lain melalui pertemuan dengan asosiasi sektor riil dan industri jasa keuangan.

Sehingga OJK juga akan terus memperluas akses pembiayaan digital untuk UMKM sebagai daya ungkit bagi kegiatan perekonomian secara menyeluruh serta melanjutkan kebijakan stimulus melalui sektor keuangan untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor yang menciptakan lapangan kerja.

OJK mencatat sampai Februari 2021, industri asuransi berhasil menambah premi sebesar Rp22,8 triliun. Jika dirinci asuransi jiwa Rp15,5 triliun, asuransi umum dan reasuransi Rp 7,3 triliun. Sedangkan outstanding pembiayaan fintech lending Rp16,96 triliun, naik 17,0% year-on-year (yoy).

RW

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*