Operasional OSS Akan Pindah Ke BKPM Per 2 Januari

0
0

Layanan Online Single Submission (OSS) yang merupakan upaya pemerintah dalam menyederhanakan perizinan berusaha telah efektif sejak Juli 2018. Tercatat setidaknya selama efektif diberlakukan OSS telah menerbitkan 167.284 izin usaha dan 84.787 izin komersial/operasional. OSS yang selama ini dibawah naungan Kementrian Koordinator Bidang Perekomian akan dialihkan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) per 2 Januari mendatang.

Kemenko Perekonomian sendiri akan tetap mendampingi BKPM selama masa transisi ke BKPM. “Kita sedang siapkan strategi untuk migrasi dari Kemenko Perekonomian ke BKPM. Per 2 Januari layanan ini sudah pindah semua ke BPKM,” tutur Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.

Jelang perpindahan pengelolaan OSS dari Kemenko Perekonomian kepada BKPM, Kemenko Perekonomian tengah mengebut penyelesaian sinergi antara pusat dan daerah dalam sistem OSS dengan melaksanakan bimbingan teknis ke daerah-daerah. Hal tersebut juga guna untuk mendukung Ease of Doing Business.

Dalam perkembangannya berdasarkan data dari OSS, tidak semua pengguna OSS merupakan investor baru. Investor lama masih memiliki izin usaha yang berlaku dan menggunakan OSS untuk perubahan data perusahaan dan investasi yang selama ini di BKPM; permintaan dan perpanjangan izin impor (Kemendag mensyaratkan untuk memiliki NIB); perpanjangan izin investasi PMA yang nilai investasinya dibawah Rp10M (selama ini diperpanjang setiap tahun di BKPM); dan perpanjangan TDP (selama ini di PTSP Daerah).

Sedangkan jenis penanaman modal yang masuk ke sistem OSS didominasi oleh penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebanyak 100.837 pelaku usaha atau sebesar 89% dari total penanaman modal yang masuk, sedangkan 11% sisanya adalah Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencapai 11.896 pelaku usaha.

Hingga 21 November 2018, sistem OSS secara rata-rata per hari mampu menangani 1.325 registrasi, 1.047 aktivasi akun, penerbitan 885 NIB, penerbitan 974 izin usaha dan penerbitan 447 izin komersial/operasional.

 

HA

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*