Pemerintah Rencanakan Buka Sektor Baru Bagi Investor Asing

0
75
Pemerintah Rencanakan Buka Sektor Baru Bagi Investor Asing

Pemerintah Rencanakan Buka Sektor Baru Bagi Investor Asing

Pemerintah tengah merencanakan untuk membuka sektor-sektor baru untuk masuknya investor asing yang meliputi bidang-bidang potensial sebagai pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 tahun depan.

Pemerintah rencanakan akan membuka sektor-sektor baru untuk masuknya investor asing pada tahun 2021-2022, sebagaimana yang diharapkan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo, langkah ini sekaligus dapat menjadi pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi Covid-19. “Kita siapkan beberapa kawasan industri, seperti di Subang,” kata Kartika pada Selasa  (20/10).

Sektor-sektor baru yang akan dibuka tersebut meliputi bidang-bidang potensial, seperti farmasi, kesehatan dan mineral. Kementerian BUMN sendiri telah membentuk peta pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid 19 hingga 2024. Namun, untuk saat ini kementerian akan berfokus untuk melakukan proteksi melindungi BUMN strategis dan BUMN yang terdampak Covid-19.

Hal ini mengacu pada tren pendapatan BUMN selama kuartal II 2020 dengan risiko dampak penurunan kinerja keuangan sektor kesehatan sendiri lebih tipis jika dibandingkan dengan industri lainnya. Jika dilihat pada periode 2019, sektor kesehatan hanya mengalami kontraksi -14 persen sepanjang kuartal II, yang mana angka tersebut jauh lebih baik dari penurunan pendapatan di sektor pariwisata dengan kontraksi -75 persen, logistik -40persen dan energi -25.

Kemudian untuk sektor mineral, Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan komoditas meskipun pendapatan di tahun 2020 mengalami kontraksi -36 persen, pemerintah juga telah mencanangkan Indonesia menjadi produsen baterai lithium sebagai pemasok energi mobil elektrik, microgrids dan produk elektronik lainnya.

Lebih lanjut, Kartika menjelaskan bahwa sudah ada perusahan yang siap untuk menjadi agen pertumbuhan ekonomi di masa pemulihan ini. Keberadaan perseroan yang bergerak di bidang farmasi, seperti Farma juga telah didorong untuk meningkatkan produksi vaksin dan sudah bekerja sama dengan perusahaan global. “Di sektor healthcare, kita juga punya holding rumah sakit,” tambah Kartika

Disamping itu, pemerintah juga membentuk klaster berdasarkan supply chain dan kesamaan industri untuk meningkatkan sinergi serta melakukan restrukturisasi operasional perusahaan yang dilakukan hingga kuartal II 2021. Untuk kuartal II tahun 2022, kementerian BUMN akan mulai memperbaiki portofolio korporasi dengan mempersiapkan landasan untuk inovasi model bisnis baru. 

TM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*