Pendesain Cek Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Desain Industri

0
32
Pendesain Cek Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Desain Industri

Pendesain Cek Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Desain Industri

Ini 3 hal yang harus dilakukan oleh pendesain sebelum mendaftarkan karya desain industrinya.

Untuk dapat menjaga kreativitas dan produktivitas para pendesain, pendaftaran desain industri akan sebuah karya sangatlah diperlukan. Hal ini diperlukan guna memberikan kepastian hukum kepada si pendesain karya tersebut. Desain industri sendiri sudah dilindungi oleh Undang Undang Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri.

“Suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan,” bunyi Pasal 1 UU Desain Industri.

Pendesain dapat mengajukan permohonan atas permintaan pendaftaran Desain Industri yang diajukan kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk melindungi hasil karyanya dari melarang orang lain meniru hasil karyanya tanpa persetujuannya. Maka dari itu, ketika pendaftaran hak desain industri ini hal yang paling diutamakan adalah unsur kebaruan dalam desain seseorang.

Wakil Ketua Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (Sekjen AKHKI) Suyud Margono dalam wawancara bersama Kliklegal menyebutkan bahwa bukan hal baru dalam desain industri terjadinya penolakan atas pendaftaran desain industri dikarenakan karya yang didaftarkan tidak memiliki unsur kebaruan (lack of novelty). Hal ini tentu akan menyulitkan para pendesain, khususnya desainer yang bekerja untuk korporasi karena harus merombak ulang karyanya. Namun hal ini dapat dihindari dengan memperhatikan beberapa hal, diantaranya:

  1. Pastikan bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya pada sebuah desain industri adalah baru.

    Hal ini tentu harus diperhatikan, terlebih pada desainer yang terinspirasi pada objek atau karya yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Pada produk yang memiliki bentuk, konfigurasi, maupun komposisi yang terinspirasi tersebut tentu harus memiliki unsur kebaruan yang detail dan mencolok. Ini dikarenakan pada saat pendaftaran hal yang paling diutamakan adalah kebaruan dalam suatu produk.

    “Pada pendaftaran akan dilihat (desainnya) kebaruannya, kemudian (oleh Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual) penjelasannya akan di cek misalnya cangkir dari plastik,” ungkap Suyud.

  2. Pastikan desain yang dihasilkan oleh desainer tersebut memang hasil karyanya.

    Hal ini berhubungan dengan hak yang dimiliki oleh pemegang desain industri. Pemegang desain industri akan memiliki hak eksklusif yang mana akan memberikan pemegangnya suatu kuasa untuk melaksanakan hak yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain tanpa persetujuannya membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan/atau mengedarkan produk-produk terkait. Maka apabila hasil karya tersebut merupakan tiruan atau tidak memiliki kebaruan, maka desain industri yang telah terdaftar dapat dibatalkan.

    “Jadi tampilan desain itu harus benar-benar eyecatching dan produk masuk kepada desain industri. Hal ini akan memberikan kompetisi bagi orang-orang yang melihat dan sudah menggambarkan kualitas dari objek desain industrinya tersebut,” ucapnya.

  3. Pastikan untuk selalu mengecek secara berkala hasil karya yang baru terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual.

    Langkah ini juga diperlukan untuk melihat apakah hasil karya seorang pendesain memiliki kemiripan dengan hasil karya desainer lain atau tidak. Ini juga dilakukan mengingat jangka waktu kepemilikan atau desain industri berjangka waktu 10 tahun. Untuk pengecekan dapat dilakukan pada https://pdki-indonesia.dgip.go.id/.

    “Dalam perkembangannya juga diperlukan sosialisasi akan desain industri yang baru saja didaftarkan. Desainer produk plastik pasti terinspirasi dari desain produk plastik sebelumnya, yang harus diperhatikan adalah detail-detail kebaruannya yang membedakan dengan desain sebelumnya,” tutur Suyud.

 

AR

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*