Muhammad Iqbal, Menapaki Karier sebagai Corporate Lawyer

Awalnya tidak terbayang untuk menjadi lawyer ketika duduk di bangku kuliah.

0
1512
Muhammad Iqbal. Sumber Foto: Dok Pribadi

Seseorang sering kali memutuskan akan menekuni suatu profesi secara langsung. Misalnya, seorang sarjana hukum yang sudah berencana menjadi lawyer sejak di bangku kuliah. Namun, ada pula yang harus melewati jalan atau menempuh pengalaman yang lain hingga dirinya mantap untuk menekuni suatu profesi yang digelutinya saat ini.

Hal ini yang dialami oleh Muhammad Iqbal, lawyer muda yang saat ini sedang menapaki kariernya sebagai corporate lawyer. (Baca Juga: Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Menyusun Perjanjian).

Iqbal tidak ujug-ujug terjun menjadi advokat di bidang korporasi setelah lulus dari bangku kuliah. Ia bahkan tidak pernah membayangkan untuk menjadi lawyer ketika duduk di bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Oleh sebab itu, ia memilih bekerja sebagai senior legal officer di MNC TV begitu lulus. Tidak menjadi lawyer, tetapi tetap tidak jauh dari bidang hukum yang dipelajarinya.

Saat kuliah, Iqbal mengaku hanya mempelajari teori-teori hukum. Ia tidak pernah membayangkan bahwa pelaksanaan hukum itu aspeknya sangat luas dan secara praktik berbeda dengan apa yang dipelajari selama ini. “Ternyata ada beberapa hal yang saya pelajari di kampus nggak seperti yang di buku. Nggak seperti yang ada di kampus, nggak seperti yang diteorikan,” ujarnya kepada KlikLegal usai tampil sebagai pembicara dalam workshop yang diselenggarakan oleh Komunitas Lawyer Muda di Jakarta, Jumat (9/2). (Baca Juga: Ini 5 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Menyusun Perjanjian).

Pria yang kini bergabung dalam Smart Legal Network ini mengatakan bahwa pada dasarnya teori hukum di bangku kuliah hanya berbicara masalah konsep dan ide, serta bagaimana konsep tersebut seharusnya diterapkan. “Tetapi ketika sudah keluar atau terjun ke masyarakat, nggak semua hal yang ideal itu bisa terjadi. Nggak semua hal yang kita bayangkan itu benar-benar seperti yang kita harapkan itu benar-benar ada,” tukasnya.

Hal tersebut yang akhirnya memutuskan Iqbal untuk terjun menjadi lawyer di bidang korporasi. Hingga kini, ia mengaku telah menyelesaikan kasus-kasus terkait korporasi selama hampir lima tahun. Ia pun melihat bahwa setiap kasus korporasi yang ditanganinya itu unik, menarik dan memiliki kesan yang berbeda-beda, khususnya yang mengenai review perjanjian. (Baca Juga: Fajar Reyhan, Lawyer Muda yang Mantap Memilih Jalur Litigasi).

“Klien ini mintanya banyak banget, seperti misalnya hal-hal teknis juga tetap dimasukin, oh ya sudah kita masukin. Ada klien yang kita sudah bikin simpel ternyata klien minta untuk bikin lebih sesimpel mungkin, oh ini enggak perlu. Jadi melayani klien itu ada kesan yang beda-bedalah ya,” ujarnya.

Meski begitu, Iqbal pun sempat merasakan suka duka menjadi lawyer korporasi. “Pasti workloadnya itu beda banget karena saya sempat sharing ke teman-teman, saya baru satu minggu di sini itu rasanya sudah kayak satu bulan. Jadi, saya sudah sangat familiar di sini dengan beban pekerjaannya, tetapi saya mencoba untuk enjoy dan saya tetap juga mencoba untuk belajar lah,” katanya.

Selain itu, ia pun berpesan kepada para mahasiswa yang berkeinginan untuk menjalani profesi sebagai advokat. Pertama, jangan pernah merasa puas dan berpikir bahwa berasal dari kampus ternama akan membuat kalian dapat melakukan penawaran dengan gaji yang besar. (Baca Juga: Tips Bagi Sarjana Hukum Hadapi Interview di Law Firm).

“Karena kan dari sisi perusahaan atau lawfirm itu mereka kan akan melihat kapasitasnya di mana dan belum teruji ya. Jadi, saran saya mencoba untuk berpikir realistislah kalau memang mau untuk mengejar tempat yang memberikan gaji tinggi mau siapin apa, jangan hanya melihat dirinya berasal dari kampus ternama, sebab ini berbicara masalah kapasitas personal yah,” jelas Iqbal.

Kedua, harus mempersiapkan kemampuan diri untuk menghadapi di dunia pasca kampus. “Kamu sudah siapin apa saja. Jadi hard maupun soft skill apa saja yang sudah kamu kuasai yang bisa segera dapat diaplikasikan ke dunia kerja. Misalnya Skill legal drafting atau sudah pernah mengikuti pelatihan-pelatihan terkait litigasi dan semacamnya,” tutupnya.

(PHB)

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*