Pemerintah Ajak Gakeslab Bekerjasama Meningkatkan Pelayanan Alat Kesehatan Bagi Masyarakat

Yang dijual bukan buku atau baju, tetapi medical product sehingga keselamatan masyarakat merupakan hal yang paling utama.

0
183
Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Kemenkes Arianti Anaya (batik hitam). Sumber Foto: http://binfar.depkes.go.id/

Direktur Penilaian Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arianti Anaya mengajak Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia untuk terus bekerja sama meningkatkan pelayanan alat kesehatan bagi masyarakat.

“Kalau kita tidak berkoordinasi kita akan susah, yang satu ke kiri yang satu ke kanan dan percayalah kita tidak akan bisa berhasil memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Arianti dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gakeslab Indonesia di Jakarta, Rabu (13/12). (Baca Juga: Ini Sejumlah Regulasi Penting yang Mengatur Pengawasan Alat Kesehatan di Indonesia).

Arianti menuturkan ada tiga isu besar yang menjadi perhatian dunia kesehatan. Pertama, proteksi keselamatan masyarakat. “Bagaimana kita memproteksi keselamatan masyarakat. Bapak ibu tidak berjualan buku atau baju tetapi menjual medical product. Maka keselamatan masyarakat adalah yang paling utama. Oleh karena itu tentunya harus dilakukan strategi-strategi untuk mencapai goal nomor satu,” ujarnya.

Kedua, sistem evaluasi yang andal. Arianti menjelaskan, di samping memproteksi keselamatan masyarakat, pemerintah juga harus memfasilitasi akses teknologi kesehatan inovatif yang dapat memasuki ke pasar untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebab, teknologi alat kesehatan berkembang terus-menerus sehingga pasien menunggu teknologi yang terbaru. (Baca Juga: Ketergantungan Indonesia Terhadap Impor Alat Kesehatan Masih Tinggi).

“Ketika teknologi itu masuk ke Indonesia, apa yang terjadi? Pasien yang keluar. Kita juga tidak mau kalau pasiennya yang ke luar negeri padahal kita punya tenaga kesehatan yang andal, kita punya rumah sakit yang baik. Ketika pasien ke luar maka devisa keluar. Nah, hal ini yang harus dijembatani oleh kita. Tentunya itu memang bukan hal yang mudah,” ujar Arianti.

Ketiga, menjamin keamanan, mutu, dan kemanfaatan alat kesehatan. Arianti menegaskan pengusaha alat kesehatan perlu tahu bagaimana caranya meningkatkan kemandirian alat kesehatan dan juga kualitas produk dalam negeri. Menurutnya, tepat sekali hal ini sesuai dengan tujuannya Gakeslab, yakni melakukan transformasi distributor menjadi industri. “Tetapi distributor menjadi industri bukan berarti tiba-tiba bukan menjadi distributor lagi. Jadi, di sini saya garis bawahi harus bekerjasama. Ini tidak bisa tidak melakukan kerjasama,” tuturnya. (Baca Juga: Terkait E-Katalog Alkes, LKPP Minta Pengusaha Berterus Terang Soal Harga).

Oleh karena itu, Arianti berharap Gakeslab dapat meningkatkan lagi perannya dengan membina anggotanya melalui berbagai pelatihan. “Tentunya inilah yang kami harapkan di mana asosiasi bisa menjadi wadah untuk anggota-anggotanya untuk meningkatkan kemampuannya di bidang kesehatan,” katanya.

Arianti pun mengapresiasikan Gakeslab selama ini telah membantu memberikan kebanggaan kepada pemerintah karena sudah berhasil melakukan training tingkat ASEAN. Menurutnya, training tersebut dapat berjalan dengan baik dan sangat memuaskan. (Baca Juga: Distributor Alat Kesehatan Sulit Sesuaikan Harga Melalui Lelang E-Katalog).

“Saya ingin memberi tahu bahwa training itu adalah training pertama yang dilakukan untuk tingkat ASEAN maka Indonesia itu yang melakukan pertama kali. Ini Singapura sedang deg-degan karena Indonesia membuatnya dengan sangat baik sekali sehingga Singapura malu kalau nanti trainingnya di bulan Maret tidak sebagus atau minimal sama dengan indonesia,” tuturnya.

(PHB)

==================================================

Artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan isu “Aspek Legal Alat Kesehatan” dapat disimak di tautan ini.

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*