Pengusaha Alkes Diminta Menjamin Mutu, Keamanan, dan Kemanfaaatan Produk

Agar terhindar dari kasus-kasus yang tidak diinginkan, seperti kasus bayi terbakar di dalam inkubator.

0
119
Ilustrasi alat kesehatan. Sumber Foto: https://pixabay.com/

Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni meminta kepada para pengusaha alat kesehatan untuk tetap menjamin mutu, keamanan, dan kemanfaatan produknya, baik dilakukan sebelum masuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (pre-market) dan setelah masuk ke fasilitas pelayanan kesehatan (post-market).

Menurut Andi, hal tersebut sangat perlu dilakukan supaya dapat mencegah kejadian-kejadian kecelakaan akibat alat kesehatan. Kejadian ini pernah terjadi di luar negeri, seperti kasus bayi yang terbakar di dalam inkubator. (Baca Juga: Pemerintah Ajak Gakeslab Bekerjasama Meningkatkan Pelayanan Alat Kesehatan Bagi Masyarakat).

“Ini kita mengambil contoh kejadian di luar negeri yang tidak diharapkan di sini. Kalau kita tidak mau kejadian itu terjadi di sini, maka seharusnya ada assessmen-nya dulu yang komprehensif. Apakah itu di pre-marketnya atau post-marketnya dan lain sebagainya supaya kita tahu betul apa permasalahannya,” kata Andi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia di Jakarta, Rabu (13/12).

“Ternyata bagaimana kasus inkubator itu bisa terbakar, dan kejadian yang tidak diharapkan ini yang tidak serupa di Indonesia juga mugkin ada dan berpotensi akan terjadi selama kita tidak memperhatikan aspek, mutu, dan keamanan yang ada dalam alat kesehatan kita,” lanjutnya. (Baca Juga: Ini Sejumlah Regulasi Penting yang Mengatur Pengawasan Alat Kesehatan di Indonesia).

Selain itu, Andi pun meminta agar pemenuhan alat kesehatan harus ditingkatkan lagi dan tersebar merata. Sebab, menurutnya, di rumah sakit daerah masih sangat minim ketersediaan alat kesehatan yang berkualitas. Bahkan, di puskesmas pun kondisi, sarana, dan prasarana alat kesehatan juga masih mengalami kesulitan.

“Kalau di rumah sakit umum daerah diagramnya paling kecil dari rumah sakit regional, maupun rumah sakit di tingkat provinsi dan rumah sakit swasta. Di puskesmas itu juga semakin keluar Jawa hingga ke timur keadaannya lebih buruk. Data ini diambil pada bulan Februari,” ujarnya. (Baca Juga: Ketergantungan Indonesia terhadap Impor Alat Kesehatan Masih Tinggi).

“Dan kami berharap setelah dana pembelanjaan alokasi khusus yang merupakan sumber pembiyaaan terbesar sarana dan prasarana alat kesehatan mudah-mudahan lebih efisien dan lebih baik. Dan tentunya dengan rumah sakit yang dijadikan rujukan,” tambah Andi.

Ia berharap Gakeslab dapat membantu untuk terus melakukan perubahan dan peningkatan terhadap penyediaan alat kesehatan yang lebih baik lagi. Serta, melakukan koordinasi bersama dengan pemerintah untuk mengoptimalkan pelayanan alat kesehatan kepada masyarakat.

“Saya harapkan seperti gambar segitiga ya, jika kami ada di salah satu sudut segitiga, regulatornya sebagai pembuat kebijakan. Dan Kasubit sebagai user alat kesehatan, serta perusahaan alat kesehatan di sisi lainnya seharusnya bekerja sinerginis dan seluruhnya itu dianggap sebagai suatu kekuatan totalitas, termasuk di dalamnya asosiasi Gakeslab yang mewadahi perusahaan-perusahaan yang meyediakan alat kesehatan yang menjadi anggotanya,” kata Andi.

“Bagaimana kita bisa optimalkan mereka jika kita tidak menampilkan data-data seperti ini dan tidak mereformasi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pusat. Karena kita mau bersama lah bahwa tidak mungkin segitiga ini Kementeran Kesehatan mengambil fungsi dari sudut-sudut lain,” tambahnya. (Baca Juga: Terkait E-Katalog Alkes, LKPP Minta Pengusaha Berterus Terang Soal Harga).

Andi mengingatkan apabila ketiga lembaga ini tidak berkoordinasi bersama, maka sulit untuk memecahkan masalah-masalah seputar alat kesehatan. Oleh karena itu, ia berharap bila ada hal-hal yang berpotensi menjadi masalah dapat segera diinformasikan langsung kepada perusahaan-perusahan, sehingga upaya menyediakan alat kesehatan yang lebih berkualitas akan terwujud.

(PHB)

==================================================

Artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan isu “Aspek Legal Alat Kesehatan” dapat disimak di tautan ini.

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*