Perusahaan Plat Merah Asal Rusia Akuisisi 50% di Lapangan Blok Tuna

0
87
Perusahaan Plat Merah Asal Rusia Akuisisi 50% di Lapangan Blok Tuna

Perusahaan Plat Merah Asal Rusia Akuisisi 50% di Lapangan Blok Tuna

Perusahaan Zarubezhneft, melalui anak usahanya ZN Asia Ltd mengakuisisi 50% hak kepemilikan (participating interest) Premier Oil di Lapangan Blok Natuna melihat iklim investasi di sektor hulu migas Indonesia menarik dan prospektif.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengumumkan bahwa perusahaan minyak dan gas bumi plat merah asal Rusia, Zarubezhneft menanamkan investasi di Lapangan Blok Tuna, Kepulauan Natuna. Perusahaan Zarubezhneft, melalui anak usahanya ZN Asia Ltd mengakuisisi 50% hak kepemilikan (participating interest) Premier Oil di kontrak bagi hasil Blok Tuna.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan masuknya investor Rusia ke Indonesia melihat sektor hulu migas di Indonesia memiliki daya tarik bagi investor untuk berinvestasi. Selain itu investor Rusia tersebut menilai investasi sektor hulu migas di Indonesia cukup prospektif.

“Meskipun secara global terjadi penurunan investasi rata-rata sekitar 30% karena wabah covid-19 yang menyebabkan turunnya konsumsi migas, kita patut bersyukur investasi di Indonesia relatif lebih baik dengan penurunan investasi diperkirakan hanya sekitar 18%,” ungkap Dwi melalui keterangan resmi dikutip pada Jumat (23/10).

Atas akuisisi Premier Oil di kontrak bagi hasil Blok Tuna, Kepala SKK Migas memberikan apresiasi atas ketertarikan Rusia untuk berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia. Ia menyebutkan bahwa ini adalah langkah yang baik sebab akuisisi ini akan memperkecil risiko investasi.

Melalui akuisisi ini SKK Migas yakin akan terjadi peningkatan keberhasilan atas pengelolaan Blok Tuna melalui sinergi dan kolaborasi keunggulan masing-masing pihak dalam mengelola blok tersebut.

“Kami yakin, lapangan Blok Tuna sudah semakin dekat menyelesaikan tahapan eksplorasi untuk selanjutnya akan diajukan Plan of Development (POD) dan dapat berkontribusi menambah produksi migas di Indonesia,” ucap Dwi.

Adapun Dwi juga menyebutkan bahwa Blok Natuna memiliki peran yang strategis secara geopolitik. Hal ini dikarenakan letak Blok Natuna berbatasan dengan Vietnam dan berada dekat dengan laut China Selatan yang saat ini menjadi fokus geopolitik berbagai negara.

“Beroperasinya Blok Tuna akan semakin memperkuat kedaulatan Indonesia di wilayah tersebut,” tutur Dwi.

Perlu diketahui, Blok Tuna merupakan wilayah Kerja migas di lepas pantai Indonesia yang terletak di Laut Natuna di sebelah perbatasan Vietnam dengan kedalaman air sekitar 110 Meter. Kontrak bagi hasil di Blok Tuna ini ditandatangani dan berlaku sejak 21 Maret 2007. Premier Oil sebagai operator Blok Tuna saat ini memegang 100% partisipasi interest di wilayah kerja tersebut.

Blok Tuna sampai saat ini memiliki sumber daya sebesar 104 juta barel setara minyak (mmboe). Blok Tuna sendiri didominasi gas yang tinggi kandungan kondensat dengan kandungan CO2 mencapai kurang dari 2%. 

 

AR

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*