Sah ADB pinjamkan US$ 500 Juta ke Indonesia!
Pinjaman ini akan digunakan untuk Program Pembangunan Modal Manusia (Boosting Productivity through Human Capital Development Program).
Asian Development Bank (ADB) menyetujui pinjaman berbasis kebijakan senilai US$ 500 Juta untuk membantu Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menaikkan produktivitas tenaga kerja, serta melakukan reformasi bidang pendidikan, pengembangan keterampilan, kesehatan, dan perlindungan sosial.
“Program baru ini akan membantu meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang merupakan inti dari strategi Pemerintah Indonesia dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam jangka panjang”, tutur Direktur ADB Bidang Pembangunan Manusia dan Sosial Asia Tenggara, Ayako Inagaki.
Menurut Ayako, program ini mendukung reformasi Pemerintah untuk mencapai berbagai target kesehatan dan pendidikan dalam Sustainable Development Goal dari PBB. Selain itu, program ini juga untuk meningkatkan pendidikan dan pelatihan ketrampilan; mendorong lapangan kerja bagi kaum muda, termasuk lulusan universitas; memperluas jaringan pengaman sosial; serta mengurangi stunting bagi anak-anak.
Indonesia sendiri menargetkan bisa menjadi negara dengan kategori penghasilan tinggi pada tahun 20145. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan tingkat pertumbuhan ekonomi tahunan setidaknya 7%. “Angkatan kerja yang terampil sangat penting bagi transisi Indonesia menuju manufaktur teknologi tinggi dan ekspor bernilai tambah lebih tinggi” ujar Ayako.
Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia. Indeks modal manusia di Indonesia meningkat menjadi 54% pada 2020 dari yang sebelumnya hanya berkisar 50% pada tahun 2010.
Direktur ADB Bidang Manajemen Publik, Sektor Keuangan, dan Perdagangan untuk Asia Tenggara, Jose Antonio Tan, mengatakan dengan mengatasi defisit sumber daya manusia, program ini akan membantu meningkatkan pemulihan Indonesia pasca pandemic global.
“Adanya kerangka yang memungkinkan pelaksanaan SDGS di tingkat lokal akan membantu memastikan bahwa manfaat dari reformasi pembangunan sumber daya manusia akan dinikmati oleh seluruh penduduk Indonesia” ujar Jose.
Sebagai informasi tambahan, pembangunan manusia sendiri diidentifikasi sebagai pendorong penting pertumbuhan ekonomi dalam visi 2045 Pemerintah Indonesia dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional 2020-2024.
Pinjaman baru ini nantinya akan membiayai subprogram pertama dari tiga subprogram Meningkatkan Produktivitas Melalui Program Pembangunan Modal Manusia (Boosting Productivity through Human Capital Development Program).
Program ini menggabungkan pinjaman berbasis kebijakan dengan bantuan teknis dan dukungan pengetahuan. Adapun fokus program ini pada kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial, program ini bertujuan untuk meningkatkan indeks sumber daya manusia Indonesia menjadi 59% pada 2026, sejajar dengan rata-rata kawasan dan rata-rata global.
ARPP








































