Wujudkan Ekosistem Kendaraan Listrik, Gojek dan TBS Dirikan Perusahaan Joint Venture
Untuk mencapai nol emisi karbon, Gojek dan TBS telah menandatangani perjanjian untuk mendirikan perusahaan patungan (joint venture) yang diberi nama Electrum untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Dalam rangka mewujudkan misi pemerintah untuk mencapai nol emisi karbon di tahun 2060, PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) pada Kamis (18/11) bersama PT TBS Energi Utama (TOBA) melalui anak perusahaannya yakni PT Karya Baru TBS (TBS) telah menandatangani komitmen kerja sama untuk membangun sebuah perusahaan patungan atau Joint Venture (JV) yang dinamakan Electrum.
Melalui perusahaan patungan tersebut, Gojek dan TBS akan mengembangkan bisnis di bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, teknologi pengemasan baterai, infrastruktur penukaran baterai hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik.
“Hari ini merupakan hari bersejarah bagi kami dengan terbentuknya perusahan tech joint venture nasional pertama di sektor kendaraan listrik Indonesia. Membawa semangat gotong royong, pembentukan perusahaan patungan ini merefleksikan keseriusan dan langkah nyata kami dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ucap Kevin Aluwi CEO Gojek dalam konferensi persnya pada Kamis (18/11).
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama PT TBS Energi Utama Pandu Satria Sjahrir mengungkapkan pihaknya dan Gojek berkomitmen untuk menginvestasikan sebanyak satu miliar dolar AS atau setara dengan Rp 16-17 triliun selama lima tahun ke depan.
Sebelumnya, Gojek memang menargetkan sebanyak 5000 motor listrik yang mana akan terlebih dahulu dilakukan uji coba sebanyak 500 motor listrik di wilayah Jakarta Selatan. Kendaraan listrik itu ditargetkan dapat melakukan perjalanan sejauh satu juta kilometer.
Sebagai perusahaan yang menggunakan alat transportasi kendaraan motor dimana tutur menyumbang peningkatan emisi karbon dioksida, Gojek terus berkomitmen untuk mencapai “zero emission”.
“Kerjasama ini bagian dari upaya untuk mewujudkan komitmen sustainability Grup GoTo “Zero Emissions.” Gojek menargetkan menjadi platform karbon-netral dan mentransisi menjadi 100 persen kendaraan listrik di 2030,” lanjut Kevin.
Dengan adanya kolaborasi antara TBS Energi dan Gojek, Pandu berharap langkah ini dapat diikuti oleh pihak lain yang akan menjadi katalis dan mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Kendaraan listrik adalah masa depan bagi sektor transportasi. Dengan kolaborasi ini, adalah kontribusi agar lingkungan menjadi lebih baik dan dapat menanggulangi perubahan iklim di Indonesia.
Wujudkan Nol Emisi Karbon
Untuk mewujudkan nol emisi karbon, Indonesia telah menyusun target minimum penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik (Kendaraan Bermotor Listrik) Berbasis Baterai melalui Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan (Perpres No. 55/2019), yaitu:
- untuk KBL Berbasis Baterai beroda dua dan/atau tiga tingkat penggunaan komponen dalam negeri sebagai berikut:
- tahun 2019 sampai dengan 2023, TKDN minimum sebesar 40% (empat puluh per seratus);
- tahun 2024 sampai dengan 2025, TKDN minimum sebesar 600/o (enam puluh per seratus); dan
- tahun 2026 dan seterusnya, TKDN minimum sebesar 80% (delapan puluh per seratus)
- untuk KBL Berbasis Baterai beroda empat atau lebih tingkat penggunaan komponen dalam negeri sebagai berikut:
- tahun 2019 sampai dengan 2O2I, TKDN minimum sebesar 35% (tiga puluh lima per seratus);
- tahun 2022 sampai dengan 2023, TKDN minimum sebesar 4Ooh (empat puluh per seratus);
- tahun 2024 sampai dengan 2029, TKDN minimum sebesar 600/o (enam puluh per seratus); dan 4) Tahun 2030 dan seterusnya, TKDN minimum sebesar 80% (delapan puluh per seratus).
NR








































