Enrico Denis Sihotang, Lawyer Muda yang Lebih Suka Bantu Perusahaan di Balik Layar

Sering kali peraturan dari pemerintah yang ada di Indonesia ini sangat sulit untuk diimplementasikan oleh klien

0
922
Enrico Denis Sihotang. Sumber Foto: Dok Pribadi.

Tidak semua orang yang berprofesi sebagai advokat atau lawyer selalu beracara atau bersidang di pengadilan. Ada pula lawyer non-litigasi, yang tugasnya memberikan opini hukum kepada perusahaan-perusahaan yang akan menjalankan usahanya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Profesi lawyer non-litigasi ini semakin diminati oleh para lulusan fakultas hukum.

Salah satunya adalah Enrico Denis Sihotang, seorang lawyer muda yang mengaku lebih suka membantu perusahaan di balik layar, ketimbang berlitigasi di pengadilan. (Baca Juga: Fajar Reyhan, Lawyer Muda yang Mantap Memilih Jalur Litigasi).

“Saya sendiri tidak passion litigasi, tidak bakat untuk terjun ke pengadilan. Karena kan kalau di pengadilan itu memiliki karakteristik yang bisa berargumentasi dengan baik, blak-blakan, atau bisa berdebatlah. Nah, saya tidak bisa seperti itu. Saya lebih suka membantu di balik layar dalam sebuah perusahaan sehingga transaksi mereka di Indonesia ini bisa lancar, apakah itu pendirian perusahaan, akuisisi dan lain-lain,” ujar Enrico kepada KlikLegal, pada Selasa, (3/4).

Dari awal lulus kuliah di tahun 2015, Enrico kerap menapaki kariernya menimba ilmu lawyering di beberapa lawfim terkemuka, seperti Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP) selama 3 (tiga) bulan dan Assegaf Hamzah & Partners selama 2 (dua) tahun. Dan kini melanjutkan karirnya menjadi associate di UMBRA Strategic Legal Solutions.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini merasa tertarik untuk menjadi seorang lawyer adalah bagaimana dapat mengaplikasikan seluruh ilmu dan pelajaran yang didapatkan selama kuliah. Berbekal ilmu tersebut, seorang lawyer dapat membantu klien-klien asing yang ingin melakukan bisnis dan juga kegiatan usaha di Indonesia.

Sampai saat ini, kebanyakan kasus yang ditanganinya adalah terkait perusahaan asing karena Enrico banyak membantu perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia. Mulai dari penjajakan usaha, kegiatan usahanya, kemudian pendiriannya di Indonesia, sampai dengan mereka mendapatkan izin dan beroperasi. (Baca Juga: Muhammad Iqbal, Menapaki Karier Sebagai Corporate Lawyer).

“Banyak klien-klien yang saya tangani itu misalnya perusahaan real estate yang mau membangun kawasan perumahan atau apartemen di Indonesia. Kemudian, saya juga banyak membantu perusahaan di bidang industri. Jadi mereka mau melakukan industri yang khususnya di industri yang sekarang lagi booming, yaitu adalah bidang start up, atau rintisan yang mau mengembangkan industrinya di Indonesia sehingga mereka mendapatkan pendanaan agar bisa beroperasi dengan mendapatkan modal yang baik,” jelas Enrico.

Enrico pun sempat merasakan suka duka menjadi lawyer. Ia menuturkan sering kali peraturan dari pemerintah yang ada di Indonesia ini sangat sulit untuk diimplementasikan oleh klien. Kadang kala, pihak asing merasa berat untuk memenuhinya. Untuk itu, sebagai lawyer harus bisa memberikan penjelasan kepada klien agar mau menuruti peraturan jika mereka tetap mau bisnisnya dapat berjalan.

“Kadang saya juga menyadari bahwa peraturan yang tertulis termasuk undang-undang itu sering kali berbeda dengan kenyataannya di lapangan. Sehingga, sebagai lawyer juga harus bisa menjelaskan kepada klien bagaimana kita ini bukan hanya berdasarkan teori tetapi juga berdasarkan praktik kita juga harus jelaskan,” kata Enrico.

Selain itu, Enrico juga berpesan kepada mahasiswa hukum yang ingin menjalani profesi sebagai lawyer. “Kalian harus memilih mentor yang tepat untuk kalian. Kalian harus tahu mau bergerak di bidang apa, dicari mentor yang tepat di bidang itu sehingga nanti mentor tersebut bisa mengantarkan kalian dan membantu kalian agar menjadi seorang lawyer,” tukasnya.

(PHB)

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*