Paustinus Siburian, Advokat yang Berani Uji Materi UU Jaminan Produk Halal

”Saya sudah ajak teman-teman saya yang advokat juga tetapi tidak ada yang berani. Malah diketawain sama orang-orang, nekat sekali kau ini.”

0
336
Advokat Paustinus Siburian selaku pemohon uji materi UU Jaminan Produk Halal. Sumber Foto: http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/

Awalnya hanya suka dan gemar menganalisa dan mengkaji bahasa dalam setiap undang-undang, termasuk Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Lalu, advokat Paustinus Siburian menemukan ketidakjelasan bahasa yang ada dalam undang-undang tersebut hingga akhirnya memutuskan untuk mengajukan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hidup di negara yang berpenduduk mayoritas beragama Islam, Paustinus menyadari UU JPH ini merupakan pijakan hukum yang penting untuk memperoleh kepastian produk-produk yang halal. Namun, alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) ini merasa tetap perlu meluruskan hal yang kurang tepat dalam UU itu ke MK. (Baca Juga: Pemohon Masih Menunggu MK Putuskan Uji Materi UU Jaminan Produk Halal).

Sebelumnya, Paustinus sudah mengajak rekan-rekannya sesama advokat untuk mengajukan bersama.  Namun, ia mengaku tidak ada yang berani untuk mendukung upaya tersebut, bahkan dirinya hanya menjadi bahan ejekan. Meski begitu, ia tahu sebetulnya banyak pihak yang memiliki kepentingan terhadap undang-undang tersebut.

“Nggak ada yang berani kan orang-orang, siapa coba. Iya saya sudah ajak teman-teman saya yang advokat juga tetapi tidak ada yang berani. Malah diketawain sama orang-orang, nekat sekali kau ini,” ungkap Paustinus kepada KlikLegal melalui sambungan telepon, Jumat (1/2). (Baca Juga: Definisi Tak Jelas Jadi Alasan Advokat Gugat UU Jaminan Produk Halal).

Meski sendirian, langkahnya untuk menguji materi UU JPH ini tak menyurutkan niatnya. Ia melihat ketentuan ini akan menimbulkan kekhawatiran dan potensi kerugian. Apalagi, soal definisi barang dan/atau jasa yang semestinya bersertifikat halal. Di kalangan advokat, ketentuan tersebut dinilai kurang jelas karena dapat diartikan jasa hukum yang diberikan oleh advokat bisa juga termasuk sebagai produk jasa yang wajib bersertifikat halal.

“Seperti advokat halal, itu potensi kerugian loh kalau nanti betul-betul harus disertifikasi itu akan susah menjadi kerugian, kita khawatir juga soal itu,” katanya. (Baca Juga: Bila Definisi Tak Diperbaiki, Pemohon Khawatir Jasa Advokat Harus Bersertifikat Halal).

Selain itu, ia pun khawatir bila ketentuan tersebut tidak segera diubah, kesalahan akan terus berlanjut. “Pemerintahnya itu kan sudah tahu salah, apakah nanti di PP juga akan dipakai lagi. Nah, jadi harus diselesaikan dulu ini masalah uji materi UU JPH ini sebetulnya, itu harus diselesaikan dulu, pemerintah tidak akan bisa melanjutkan untuk PP juga. Jadi, harus dipersiapkan dengan matang, apakah nanti definisinya begitu, apakah mesti dipertahankan. Ini jadi serius,” ujarnya.

Lebih lanjut, Paustinus sudah mengamati isu halal, termasuk ajaran Islam, sejak lama. Ia mengaku sempat tertarik dengan Islam karena dirinya sempat akrab dengan penasihat PBNU Pusat Jakarta itu tahun 1999-2001. “Sudah lama sekali lah, mungkin kalau orang itu ditanya juga sudah lupa. Sudah sangat lama. Saya dulu pernah dekatlah dengan pengurus PBNU Jakarta,” akunya.

Sepanjang proses pengajuan dan persidangan uji materi, Paustinus pun mengaku tidak mengalami kesulitan yang berarti. Sebab, ia yakin apa yang dilakukan adalah berdasarkan alasan yang benar bahwa terdapat ketidakjelasan dalam ketentuan UU JPH. (Baca Juga: Muhammad Yanis Musdja dan Impian  Mendirikan Program Pascasarjana Produk Halal Pertama di Indonesia).

“Nggak ada, mungkin karena itu ya orang-orang tahu sebetulnya UU JPH itu ada yang salah ketentuannya. Jadi aku yang mengajukannya juga lega gitu. Enggak ada yang rebut kan, karena iya setelah orang-orang aku kasih tahu itu ada yang salah, orang-orang pun melihat kesalahan itu, jadi enggak ada gangguanlah. Nggak ada soal sentimenlah, nggak ada itu,” tukasnya.

(PHB)

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*